Staf Marketing Restoran Taman Pringsewu Solo, Tri Haryati, menunjukkan aneka menu yang ditawarkan resto setempat, Kamis (14/4/2016). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos) Staf Marketing Restoran Taman Pringsewu Solo, Tri Haryati, menunjukkan aneka menu yang ditawarkan resto setempat, Kamis (14/4/2016). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 14 April 2016 22:45 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Solo Share :

KULINER SOLO
Nasi Goreng Teri Menggoda Selera

Kuliner Solo menyajikan nasi goreng dengan ikan teri sebagai bahan penunjang.

Solopos.com, SOLO – Nasi goreng adalah salah satu makanan paling banyak digemari. Harganya yang terjangkau dan rasanya yang khas membuat makanan ini begitu merakyat.

Menu ini juga cocok disantap kapanpun, baik pagi, siang, maupun malam hari. Tak heran jika kepopuleran nasi goreng merambah sampai ke luar negeri. Kuliner berbahan dasar nasi ini tentunya juga harus banyak disiasati agar masyarakat tidak bosan menyantapnya. Biasanya, nasi goreng dikombinasikan dengan irisan sosis, bakso, maupun kerupuk.

Nah, bagi yang ingin mencicipi kuliner Nusantara dengan rasa unik bisa mencoba menu nasi goreng teri di Restoran Taman Pringsewu. Nasi goreng teri yang ditawarkan restoran beralamat di Jl Adi Sucipto No. 137A, Jajar, Laweyan ini hampir sama dengan nasi goreng pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah penggunaan ikan teri sebagai salah satu bahan penunjang.

Menu nasi goreng teri ini disajikan dengan bahan pelengkap, seperti telur ayam goreng, irisan kubis, dan daun parsley. Sementara, teri goreng yang berwarna kuning keemasan ditaburi di atas nasi goreng.

Aroma nasi goreng yang dipadukan dengan ikan teri begitu menggoda. Saat Solopos.com, mencicipinya, menu nasi goreng ini terasa spesial. Bumbu-bumbu jawa seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan merica terasa begitu kuat.

Sementara, kombinasi ikan teri dengan nasi goreng terasa pas. Teri yang sebelumnya dimasak dengan cara digoreng secara terpisah membuat ikan ini begitu renyah saat dimakan.

Manajer Restoran Taman Pringsewu Solo, Nuryanti, menuturkan teri dipilih karena memiliki kandungan gizi dan protein yang cukup tinggi. Ikan teri juga dipilih untuk mengangkat pamor makanan laut yang selama ini masih dianggap sebagai bahan kelas bawah.

“Biasanya nasi goreng kan pakai suwiran ayam, ini kami memilih memakai ikan teri dari laut karena memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi. Kami juga ingin masyarakat mengetahui kalau ikan teri ternyata bisa diolah menjadi makanan berkelas, ” ujarnya saat ditemui Solopos.com di Restoran Taman Pring Sewu, Kamis (14/4/2016).

Nasi goreng teri itu juga spesial karena pelanggan bisa memilih level pedas.  Menu nasi goreng teri dijual seharga Rp28.000/porsi. Restoran setempat juga menyediakan menu dengan variasi lain seperti nasi goreng seafood dan nasi goreng pringsewu.

Selain nasi goreng, Restoran Taman Pringsewu Solo memiliki menu andalan double chicken steak. Menu tersebut tidak disajikan dengan hot plate seperti steak lainnya, melainkan dengan piring.

Menu tersebut menyajikan dua jenis steak daging ayam yang berbeda. Satu potong steak dimasak bersama tepung roti dan disiram dengan saus thousand island. Sedangkan, satu potong lainnya dimasak dengan adonan tepung telor yang disiram dengan saus asam manis.

Kuliner itu disajikan dengan berbagai sayuran, seperti kentang goreng, wortel, jagung, dan kacang polong. Saat Espos mencicipinya, rasa steak tersebut memang berbeda dengan steak lainnya. Paduan daging ayam dengan tepung membuat steak ini begitu kres dimulut. Siraman saus thousand island menambah rasa sedikit pedas pada steak tersebut.

Sementara, paduan daging ayam dengan tepung telur membuat kuliner ini istimewa. Rasa telur goreng begitu kental dengan kombinasi saus asam manis.

“Double chicken steak ini memang sengaja dibuat dua macam sajian. Ini supaya pelanggan bisa merasakan dua steak dengan rasa yang berbeda hanya dengan satu jenis menu,” katanya. Double chicken steak dijual seharga Rp35.000/porsi.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…