Seorang pedagang durian musiman di Jl. Ponorogo-Pacitan menata dagangannya, Rabu (13/4/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Kamis, 14 April 2016 11:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KULINER PONOROGO
Durian Ngebel Habis, Ponorogo Diserbu Durian Trenggalek

Kuliner Ponorogo, musim durian di Ponorogo telah usai, kini durian dari Trenggalek menyerbu Kota Reog.

Solopos.com, PONOROGO – Sejumlah pedagang durian musiman menyerbu wilayah Ponorogo. Sebagian besar durian dipasok dari perkebunan durian di Trenggalek karena pasokan durian dari Ngebel, Ponorogo, telah habis.

Pantauan Madiunpos.com di sejumlah titik di Ponorogo, Rabu (13/4/2016), ada sejumlah pedagang durian yang berjualan durian menggunakan mobil pikap. Mereka membawa ratusan buah durian.

Seorang penjual durian musiman, Sukir, mengatakan mulai menjual buah durian sejak dua bulan lalu saat musim durian tiba. Beberapa waktu lalu saat durian dari daerah Ngebel masih musim panen, dia menjual durian dari Ngebel. Namun, saat ini dia menjual durian dari wilayah Trenggalek yang saat ini baru musim panen.

Warga Jetis, Ponorogo ini menambahkan harga durian yang dijual bervariasi mulai dari Rp10.000/buah hingga Rp40.000/buah tergantung ukuran durian.

“Durian dari Ponorogo sudah habis karane musim panennya sudah lewat, sekarang yang musim panen itu wilayah Trenggalek. Di Trenggalek lagi panen raya durian, saya setiap kulakan ya ke sana,” kata dia saat berbincang dengan Madiunpos.com, Rabu.

Menurut Sukir, menjual durian dari Trenggalek lebih menguntungkan dibandingkan menjual durian dari Ngebel. Selain itu, menurut sebagian orang, durian dari Trenggalek lebih legit dan dagingnya lebih tebal.

“Durian Ngebel itu lebih mahal, yang harga Rp10.000/buah di Trenggalek untuk durian Ngebel bisa mencapai Rp15.000/buah. Tentu lebih menguntungkan untuk menjual durian dari Trenggalek,” terang penjual durian yang biasanya mangkal di kawasan Jl. Ponorogo-Pacitan itu.

Sukir menyampaikan dalam satu hari bisa menjual sebanyak 250 durian dengan berbagai ukuran. Dia mengaku meski untungnya lumayan besar, tetapi berjualan buah durian ini hanya dilakukan saat musim durian. Sedangkan pada hari biasa, ia berbisnis barang-barang antik dan kuno.

Pedagang durian lainnya, Lasminto, mengatakan saat ini durian Ngebel sudah habis karena musim durian di Ngebel telah usai. Sedangkan saat ini, dia menjual durian dari Trenggalek. Untuk harga durian yang dijual mulai dari Rp10.000/buah hingga Rp50.000/buah.

“Ya jualan seperti ini kan musiman, kalau ada musim panen di Ngebel ya ambil di sana. Tetapi kalau sudah habis ya cari di lokasi lain yang baru panen,” ujar dia.

Lasminto mengatakan setiap hari bisa menjual durian Trenggalek sekitar 100 buah. Menurut dia, penikmat durian Trenggalek lebih banyak karena dianggap harganya lebih murah dan daging durian lebih tebal dibandingkan durian Ngebel.

“Kalau menurut saya antara durian Ngebel dan Trenggalek itu sama saja. Tetapi, sebagian konsumen memang lebih suka durian Trenggalek,” ujar dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
BC.BANK, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Meme, Tiang Listrik, dan Humor Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (21/11/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, esais yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com. Solopos.com, SOLO–Setelah foto dirinya terbaring sakit dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya beberapa waktu lalu…