Ilustrasi petir (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Solopos) Ilustrasi petir (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Solopos)
Kamis, 14 April 2016 05:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

KISAH TRAGIS
2 Nelayan Trenggalek Ditemukan Tewas di Perahu, Diduga Tersambar Petir

Kisah tragis terjadi di Trenggalek yakni ada dua nelayan tewas diduga tersambar petir.

Solopos.com, TRENGGALEK – Sambaran petir kembali memakan korban jiwa. Dua nelayan di kawasan pesisir Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, ditemukan tewas dengan luka bakar di sekujur tubuh yang diduga bekas sambaran petir, Selasa (12/4/2016).

“Kedua korban ditemukan oleh nelayan lain saat berlayar di tengah laut. Nelayan itu menjumpai satu perahu terapung dan ternyata berisi mayat kedua korban,” kata Kapolsek Panggul AKP Wajib Santoso di Trenggalek, Selasa.

Ia mengatakan setelah dilakukan identifikasi, jenazah kedua nelayan diketahui bernama Budiono, 30, dan Misni, 35, warga Panggul. Kedua jenazah itu dievakuasi oleh beberapa nelayan lain sekitar pukul 07.00 WIB ke tepi Pantai Jokerto, Panggul.

Polisi yang mendapat laporan tersebut segera datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus visum luar untuk memastikan penyebab kematian kedua nelayan tersebut.

“Hasil penyelidikan kami bersama tim medis menyimpulkan korban diyakini tewas karena tersambar petir saat memancing ikan layur di tengah laut,” ujar dia.

Ia mengatakan hanya ada bekas luka bakar di tubuh kedua korban. “Kalau bekas penganiayaan tidak ditemukan, bahkan bekas hantaman benda keras ataupun lainnya,” kata dia.

Usai pemeriksaan, kata Wajib, kedua jenazah langsung dibawa ke rumah keluarga masing-masing, yakni ke Desa Mbanjar untuk jenazah Budiono dan ke Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul untuk korban Misni.

Wajib mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di sekitar pantai ataupun ketika melaut. “Jika cuaca buruk, sebaikya jangan memaksakan diri melaut karena risiko badai, ombak besar serta petir seperti ini,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…