Rizal Ramli (JIBI/Solopos/Dok.) Rizal Ramli (JIBI/Solopos/Dok)
Kamis, 14 April 2016 22:00 WIB Samdysara Saragih/JIBI/Bisnis Politik Share :

KABINET JOKOWI-JK
Kemenko Kemaritiman Menunggu "Restu" Perubahan Nama

Kabinet Jokowi-JK sempat ramai dengan kontroversi perubahan nama Kemenko Kemaritiman dengan tambahan “Sumber Daya”.

Solopos.com, JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pimpinan Rizal Ramli masih menunggu dasar hukum perubahan nomenklatur lembaga itu menjadi Kementerian Koodinator Bidang Maritim dan Sumber Daya. Hal ini menyusul perubahan penamaan sejak Rizal Ramli menjadi menteri.

Sekretaris Kemenko Asep D. Muhammad mengatakan instansinya telah mengajukan usulan perubahan Perpres No. 10/2015 tentang Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman kepada Kementerian Sekretaris Negara (Setneg) dan Sekretariat Kabinet (Setkab). Hal itu sesuai dengan keinginan Menko Rizal Ramli setelah ditunjuk memimpin kementerian itu pada Agustus 2015.

“Kami lagi menunggu Setneg dan Seskab. Saat ini secara resmi kami masih menggunakan nama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman,” katanya seusai acara Pembukaan Indonesia Climate Change Education Forum and Expo di Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Berdasarkan Perpres 10/2015, Kemenko Kemaritiman membawahi empat kementerian teknis yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sesaat setelah dilantik, Rizal Ramli mengklaim mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengubah nama kementerian itu, termasuk menambah kementerian yang dikoordinasikan antara lain Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Keinginan Rizal tersebut sempat menimbulkan polemik. Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah klaim mantan Menko Perekonomian dan menegaskan nama kementerian masih tetap berdasarkan Perpres 10/2015.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…