Foto Ilustrasi Ijazah (JIBI/Harian Jogja/Antara ) Foto Ilustrasi Ijazah (JIBI/Harian Jogja/Antara )
Kamis, 14 April 2016 17:15 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

IJAZAH DITAHAN
MKKS SMK di Solo Bantah Tahan Ijazah

Ijazah ditahan, kepala sekolah SMK di Solo membantah telah menahan ijazah siswa.

Solopos.com, SOLO–Jajaran kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Solo membantah telah menahan ijazah siswa. Namun mereka mengakui cukup sulit menghubungi siswa ataupun orang tua siswa yang ijazahnya masih ada di sekolah untuk diminta mengambil ijazah tersebut.
Hal
itu dikemukakan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Solo, Suratno, ketika dimintai tanggapan seputar masih ada ratusan ijazah siswa yang ditahan sekolah, Kamis (14/4/2016).

Suratno mengakui ratusan ijazah yang masih ada di SMK-SMK tersebut mayoritas merupakan ijazah siswa yang belum diambil sejak bertahun-tahun yang lalu. Dari sekian banyak ijazah siswa yang ada di sekolah saat ini, mayoritas tidak diambil lantaran terkait masalah biaya sekolah.

“Sebenarnya sekolah tidak menahan. Hanya memang sebagian besar ijazah yang tidak diambil itu dulunya karena ada kendala berkaitan masalah keuangan. Misalnya karena orang tua belum bisa melunasi biaya sekolah. Tapi pada prinsipnya sekolah tidak mempersulit siswa ataupun orang tua untuk mengambil ijazah tersebut,” papar Suratno yang juga Kepala SMKN 6 Solo sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMK 5 Solo itu, melalui sambungan telepon.

Namun selain faktor tersebut, Suratno mengatakan ada juga beberapa siswa yang telah lulus namun belum mengambil ijazahnya. Salah satunya karena sebelum ijazah turun, siswa tersebut sudah diterima bekerja di perusahaan.

“Ada industri yang tidak terlalu mementingkan ijazah atau ada yang merasa sudah cukup dengan berkas berupa salinan ijazah atau surat kelulusan, karena industri melihat siswa itu lulusan dari SMK ini atau SMK itu, dan lebih melihat pada kompetensi siswa. Sehingga siswa sebelum lulus saja sudah diterima bekerja. Mungkin yang ijazahnya sampai saat ini masih di sekolah, karena yang bersangkutan belum sempat mengambil ijazahnya,” terangnya.

Kondisi itu menurutnya, tentu berbeda dengan ijazah siswa SMA. “Kalau SMA, ijazah kan tetap harus diambil karena mayoritas dibutuhkan untuk yang melanjutkan studi,” terangnya.

Suratno menengaskan dalam beberapa tahun terakhir ini kepala-kepala SMK negeri di Solo sudah sepakat untuk segera menyerahkan ijazah siswa yang masih ada di sekolah, kepada para orang tua. Hal itu, lanjut dia, juga sudah diinstruksikan secara langsung oleh Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, kepada para kepala SMK.

“Sebab kalau kami simpan pun juga akan berisiko, misal bisa rusak dan sebagainya,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya juga gencar menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pengambilan ijazah para lulusan SMK, terutama warga Kota Solo. Sekolah meminta orang tua ataupun alumni SMK yang belum mengambil ijazahnya, segera mengambil di sekolah masing-masing. Bahkan masing-masing SMK negeri tersebut sudah membuat daftar nama siswa yang ijazahnya belum diambil. Daftar nama itulah yang akan diinformasikan kepada masyarakat.

“Kami justru meminta bantuan kepada masyarakat untuk ikut menyosialisasikan ini. Kepada lulusan atau orang tua yang anaknya dulu belum diambil ijazahnya, silakan mengambil di sekolah masing-masing. Kami akan melayani pengambilan ijazah tersebut tanpa mempersulit,” papar dia.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…