Ilustrasi pengecekan alat ukur BBM di SPBU. (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani) Ilustrasi pengecekan alat ukur BBM di SPBU. (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani)
Kamis, 14 April 2016 05:40 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

HARGA BBM
Turun Harga, Konsumsi Premium Naik

Rata-rata konsumsi harian selama Maret 2016 sebesar 1.583 kilo liter (KL), usai penurunan harga konsumsi rata-rata harian premium menjadi 1.730 KL.

 

 

Solopos.com, JOGJA—PT Pertamina (Persero) DIY dan Surakarta mencatat ada tren kenaikan konsumsi premium dan solar usai penurunan harga.

Marketing Branch Manager PT Pertamina (Persero) DIY dan Surakarta Dody Prasetya mengungkapkan, rata-rata konsumsi premium selama 1-10 April 2016 di wilayah DIY dan Klaten dibandingkan rata-rata konsumsi selama April 2016 menunjukkan peningkatan 9%. Rata-rata konsumsi harian selama Maret 2016 sebesar 1.583 kilo liter (KL), usai penurunan harga konsumsi rata-rata harian premium menjadi 1.730 KL. “Untuk solar naik 30 persen dari 415 KL menjadi 539 KL,” papar dia ketika ditemui di Gedung PT Pertamina (Persero) DIY dan Surakarta, Jogja, Rabu (13/4/2016).

Ia mengungkapkan, kenaikan konsumsi tersebut juga diikuti kenaikan konsumsi bahan bakar khusus. Konsumsi pertalite naik 19% dan konsumsi pertamax naik 17%. Pertamina saat ini gencar mengajak masyarakat menikmati BBK karena memiliki kualitas yang lebih baik. Selain itu, kendaraan keluaran baru, rata-rata memerlukan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik. Produk yang terus dipromosikan adalah pertalite yang merupakan produk baru dari Pertamina.

“Saat ini sudah ada 51 SPBU atau 49 persen dari 104 SPBU di DIY yang menjual pertalite,” papar dia.

Konsumsi menunjukkan peningkatan dari rata-rata 126 KL menjadi 151 KL. Pertamina mendorong peningkatan konsumsi BBK dengan berbagai promosi. Konsumsi pertalite tercatat paling besar di area Sleman sekitar 35%, kemudian Jogja 20% hingga 25%, disusul Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo. Pengembangan pertalite paling lambat di Gunungkidul dan Kulonprogo karena konsumsi premium di kedua kabupaten itu juga paling sedikit. Pengembangan pertalite juga harus disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing.

“Saat ini, saya sedang merancang promo untuk pengendara sepeda motor, misalnya dengan membeli pertalite Rp25.000 bisa dapat kupon untuk belanja atau makan,” papar dia.

Sementara itu, untuk wilayah MOR IV Jawa Bagian Tengah, konsumsi premium dan solar juga menunjukkan peningkatan. Communication and Relation Officer Pertamina MOR IV Didi Andrian Indra mengatakan, rata-rata konsumsi premium usai penurunan harga sebesar 13%. Sementara itu, rata-rata konsumsi harian solar naik 25%, pertamax naik 32%, pertalite naik 47%, dan pertamina dex naik 72%. (Kusnul Isti Qomah)

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…