Alejandro Fragoso menerima rekor (CyberLink) Alejandro Fragoso menerima rekor (CyberLink)
Kamis, 14 April 2016 23:45 WIB Septina Arifiani/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

GUINNESS WORLD RECORDS
94 Jam Menonton TV, Pria Ini Pecahkan Rekor

Guinness World Records mencatatkan nama Alejandro Fragoso sebagai manusia paling lama menonton televisi.

Solopos.com, SOLO – Alejandro Fragoso, 25, berhasil menyabet gelar penonton televisi terlama. Pria asal Brooklyn, Amerika Serikat, ini berhasil mengalahkan dua orang pesaingnya dengan menonton televisi selama 94 jam.

Para peserta harus menaati beberapa aturan yakni tidak boleh memutus kontak mata dengan layar. Mereka hanya diberi waktu selama lima menit setelah satu jam menonton televisi. Mereka juga tidak diperkenankan terlibat dalam percakapan yang lama dengan orang lain di dalam ruangan.

“Hal yang paling membuat saya gugup adalah psychotic break atau mengantuk,” kata Alejandro Fragoso sebelum memulai perlombaan tersebut seperti dikutip News.com.au, Kamis (14/4/2016).

Sementara itu, pesaing nomor dua Louise Matsakis mengatakan ia khawatir ketika rasa bosan mulai menyerangnya. Ternyata benar, rasa bosan Loise muncul setelah menonton televisi selama 10 jam hingga ia mengibarkan bendera putih meninggalkan Fragoso dan Molly Ennis.

Di hari kedua dari empat hari yang dilaluinya, Fragoso mengaku mulai berhalusinasi. “Ini yang terjadi pagi ini ke titik di mana aku mengalami bangun dari mimpi. Mataku terbuka tapi aku berhalusinasi. Itu aneh,” ucapnya.

Pada jam ke-59, Ennis akhirnya menyerah dengan memutus kontak matanya dengan layar televisi. Fragoso akhirnya keluar sebagai pemenang dengan mencatatkan waktu 94 jam.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…