Foto petugas dishub seret warga. (Istimewa/1Cak.com)
Kamis, 14 April 2016 15:37 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

FOTO KONTROVERSIAL
Mobil Ditabrak, Petugas Dishub Keroyok dan Pukuli Warga

Foto kontrovesial kali ini hadir dari aksi arogan oknum diduga petugas Dishub.

Solopos.com, SOLO – Oknum yang diduga petugas Dinas Perhubungan (Dishub) menjadi bulan-bulanan warga dunia maya (netizen) usai beraksi arogan di jalan. Aksi petugas ini terekam dalam sebuah foto yang beredar di Facebook.

Rekaman kejadian ini diunggah oleh akun Irfan Nizam, Rabu (13/4/2016). Dalam foto-foto yang diunggah Irfan menceritakan kronologi berdasarkan pengetahuannya. Dia juga menambahkan komentar yang cukup menohok.

“Mau di lerai sama orang yg ngelihat tapi para petugas arogan ga berprikemanusiaan itu sombong dan ngomong : Gue ini petugas, lo diem aja gue petugas!!! sungguh songong nih orang!!” katanya.

“Share biar itu orang dipecat dari kerjaannya!!!” tambahnya.

Foto petugas dishub seret warga. (Istimewa/1Cak.com)

Foto petugas dishub seret warga. (Istimewa/1Cak.com)

Berdasarkan informasi dari media sosial yang ramai dibicarakan, peristiwa berawal saat pengendara mobil yang belum diketahui identitasnya itu menginjak rem secara mendadak sehingga menabrak mobil petugas Dinas Perhubungan (DISHUB) yang bernopol B 8566 WU.

Karena merasa bersalah, dia meminta maaf kepada petugas Dishub, namun petugas Dishub tersebut malah mengeroyoknya.

Kejadian itu lantas menyita perhatian pengguna jalan lain yang berada di depan Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Warga yang hendak melerai justru mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari aparat-aparat itu. Bahkan salah seorang dari mereka dengan jumawa berteriak bahwa dirinya adalah petugas. “Gue ini petugas. Lo diem aja, gue petugas!!!” tulis Irfan di laman Facebooknya.

Sementara pengguna media sosial yang lain dengan akun Shendy di waktu yang sama juga memposting cerita itu di akun Path. Shendy menuliskan, jika petugas-petugas itu sempat menjedotkan kepala pengendara itu ke bamper mobil.

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….