Munir di serial Fatmagul (Youtube.com) Munir di serial Fatmagul (Youtube.com)
Kamis, 14 April 2016 19:45 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com TV Plus Share :

FATMAGUL ANTV
Selim Kritis, Munir Buat Kebohongan Publik

Fatmagul Antv malam ini mengisahkan keadaan Selim yang kritis di rumah sakit.

Solopos.com, SOLO — Dalam episode Fatmagul Antv sebelumnya, Selim terkena tembakan Mustafa. Ia segera dilarikan ke rumah sakit dan keadaannya kritis.

Selama perjalanan menuju ke rumah sakit, ayah Selim, Resat, selalu memberi semangat untuk suami Meltem tersebut. Selim juga berusaha bertahan.

Di kediaman Fatmagul, Ebe Nine alias Meriem dan Mukades terlibat adu mulut. Selepas itu, Ebe Nine mengobati luka lebam di punggung Karim.

Dalam keadaan kurang sehat, Karim menemui Fatmagul di luar rumah. Saat Fatmagul akan beranjak pergi, ia terpeleset dan Karim membantunya. Disentuh Karim, Fatmagul marah.

Di ruang bawah tanah, Mustafa menangis ingat kebersamaannya dengan Fatmagul. Lalu, Resat datang dan mengancam Mustafa karena telah menembak anaknya, Selim.

Di episode Fatmagul Antv kali ini, Munir datang memberi kabar soal Selim kepada Meltem. Kaki keluarga Yasaran tersebut merangkai cerita bohong. Ia mengatakan bahwa Selim berusaha bunuh diri dan keadaannya saat ini sedang kritis.

Meltem yang sebenarnya masih marah dengan Selim, terkejut dan menangis. Ia merasa menjadi penyebab Selim frustrasi dan nekat bunuh diri.

Kabar mengenai Selim yang kritis pun mencuat ke ranah publik. Berita itu menjelaskan Selim kritis tidak karena ditembak Mustafa, tapi karena berusaha bunuh diri. Hal ini dilakukan Munir untuk menjaga nama baik keluarga besar Yasaran.

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…