Puluhan mahasiswa UGM menggelar demonstrasi memprotes Densus 88 di Halaman Mapolda DIY, Rabu (13//2016) sore. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Puluhan mahasiswa UGM menggelar demonstrasi memprotes Densus 88 di Halaman Mapolda DIY, Rabu (13//2016) sore. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 14 April 2016 07:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

DEMO SLEMAN
Didemo Mahasiswa, Ini Penjelasan Direskrimum

Demo Sleman dilakukan mahasiswa FH UGM

Solopos.com, SLEMAN – Kinerja Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror (AT) diprotes.  Puluhan mahasiswa dari Dewan Mahasiswa Justicia Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan aksi demonstrasi di Mapolda DIY, Rabu (13/4/2016) sore.

Massa sempat membuat kemacetan di Ringroad utara kemudian diperbolehkan masuk ke halaman Mapolda. Setelah aksi berjalan tertib, salahsatu perwira Polda berpangkat Kombespol memeluk mereka satu per satu.

Mahasiswa diperkenankan masuk ke halaman Mako Polda DIY. Massa kemudian ditemui oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kombes Pol. Hudit Wahyudi dan terjadi komunikasi sekitar 40 menit. Hudit menyatakan, Densus 88 dibentuk melalui perundangan untuk menanggulangi terorisme yang dinilai sebagai tujuan mulia. Jika memang ada oknum anggota Densus tersebut yang tidak sesuai prosedur hal itu sudah diberikan penindakan langsung oleh Kapolri.

“Tolong itu dipahami adik-adik. Polri sudah berusaha membenahi diri. Lihat saja, Polri berani menangkap anggota yang bersalah, tapi yang sering dilihat hanya tindakan polisi yang jelek saja,” ucap Hudit di hadapan mahasiswa.

Setelah diberi penjelasan, mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 16.30 WIB. Bahkan mereka satu persatu berpamitan, bersalaman dan memeluk Kombes Pol. Hudit Wahyudi. Seusai aksi, Kuncoro Jati mengatakan, aksi itu bukan untuk mencari popularitas. Melainkan berangkat dari nurani mahasiswa, bahwa Densus 88 berkali-kali menangkap terduga teroris yang kemudian dipulangkan dalam keadaan tewas.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…