Proyek jembatan Taring, Cepogo (Septhia Ryanthie/JIBI/SOLOPOS)
Kamis, 14 April 2016 16:40 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

DANA DESA BOYOLALI
Duh, Mayoritas Dana Desa Wonodoyo untuk Bangun Jembatan

Dana desa Boyolali, separuh lebih dana desa Wonodoyo, Cepogo untuk membangun jembatan.

Solopos.com, BOYOLALI–Pemerintah Desa (Pemdes) Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, akan mengalokasikan separuh dana desa tahun ini untuk membangun jembatan jurang Laren.

Jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung Dukuh Taring dan Dukuh Lendong yang putus pada Maret lalu akibat diguyur hujan deras.
Kepala Desa (Kades) Wonodoyo, Sutarto, menjelaskan tahun ini Wonodoyo menerima alokasi dana desa senilai Rp630 juta. Dari alokasi tersebut, Pemdes Wonodoyo akan menyisihkan Rp324 juta untuk pembangunan jembatan Jurang Laren. Dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja desa (APB Desa), sedianya seluruh alokasi dana desa akan digunakan untuk rehab jalan di seluruh kampung yang ada di Wonodoyo. Namun, setelah sebagian besar dana desa dialokasikan untuk membangun jembatan, maka rehab jalan hanya akan dilaksanakan di dua kampung yakni Dukuh Kali Tengah dan Dukuh Metep, sepanjang 800 meter.

“Begitu ada bencana longsor jembatan, dan setelah ada kepastian bahwa Pemkab Boyolali tidak bisa mengucurkan bantuan untuk perbaikan jembatan, akhirnya kami alihkan dana desa untuk pembangunan jembatan,” kata Sutarto, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (14/4/2016).

Pemkab Boyolali melalui Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM hanya membantu menyusun gambar dan perencanaan. “Kalau anggaran semuanya dari desa,” imbuh dia.

Alokasi Rp324 juta, diperkirakan belum cukup untuk membangun jembatan yang kokoh dan tidak rawan ambrol. Pemdes akan membangun jembatan secara bertahap. Namun, hingga saat ini Pemdes Wonodoyo masih menunggu dana desa itu cair. Belum ada kejelasan dari Pemkab terkait pencairan dana desa tahun ini.

“Harapannya bisa secepatnya cair agar kami bisa segera membangun jembatan di Jurang Laren,” kata dia.

Sementara itu, saat ini warga di dua dukuh telah membuka kembali akses jalan dengan membangun jembatan darurat di lokasi jurang Laren.
Jembatan darurat dibuat dari bambu dengan sumber dana dari swadaya masyarakat. Pemdes Wonodoyo juga mendapat bantuan dari Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan Cepogo dana senilai Rp10 juta untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor di tebing yang ada di Dukuh Taring. Seperti diketahui sebelumnya, bencana longsor dan jembatan ambrol telah membuat satu dukuh yakni Dukuh Taring terisolasi.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…