Kartu BPJS (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Kamis, 14 April 2016 14:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

BPJS KESEHATAN
Duh, Tunggakan Iuran di Sleman-Kulonprogo Capai Rp2,8 Miliar

BPJS Kesehatan Sleman menghadapi masalah tunggakan premi

Solopos.com, SLEMAN- Jumlah tunggakan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk Kantor Cabang Sleman cukup tinggi. Hingga akhir Maret lalu, tercatat tunggakan iuran bulanan peserta mencapai Rp2,8 miliar.

Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Sleman yang juga membawahi wilayah Kulonprogo, Janoe Tegoeh Prasetijo Tunggakan menjelaskan, terbesar iuran didominasi segmen peserta bukan penerima upah (non formal). Dari 87.697 peserta yang terdaftar di segmen ini. Sebanyak 78.776 orang terdaftar di Sleman dan 8.921 orang terdaftar di Kulonprogo.

Dari total 87.697 orang tersebut, sekitar 31,35% peserta menunggak iuran bulanan. Tak tanggung, sekitar 15.000 peserta menunggak iuran di atas enam bulan. Tunggakan untuk segmen peserta non formal yang tercatat hingga Maret 2016, lebih dari Rp2,26 miliar. Jumlah tersebut berasal dari peserta yang terdaftar di Sleman dan juga Kulonprogo.

Selain segmen peserta non formal, tunggakan iuran terbesar kedua berasal dari segmen badan usaha (BU) baik swasta, BUMN maupun BUMD. Total tunggakan yang belum dibayar hingga Maret lalu mencapai Rp559 juta. Jika untuk wilayah Sleman badan usaha yang menunggak berasal dari 366 BU, di wilayah Kulonprogo tunggakan iuran berasal dari 21 BU.

“Untuk wilayah Sleman dan Kulonprogo, terdapat 1.216 BU yang telah registrasi. Dari jumlah tersebut 139 BU belum mendaftarkan karyawannya ke kami,” ujar Janoe, Rabu (13/4/2016).

Dijelaskan dia, ada banyak faktor yang menyebabkan tunggakan iuran bulanan itu terjadi. Salah satunya, pemahaman peserta yang kurang. Ketidakpahaman peserta dimungkinkan terjadi karena saat mendaftar sebagai peserta menggunakan jasa calo. Akibatnya, informasi terkait kewajiban iuran tidak sampai kepada peserta.

“Peserta BPJS belum memahami jika iuran bulanan itu wajib dibayar seumur hidup, bukan sekali bayar di awal saat mendaftar, kemudian tidak membayar iuran lagi,” ujarnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…