Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Bandoe Widiarto (tengah) didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Solo, Muhammad Taufik. A (kiri) saat berbincang dengan Direkur PT Aksara Solopos Bambang Natur Rahadi di Griya Solopos, Kamis (14/4/2016). (Anik Sulistyawati/JIBI/Solopos)
Kamis, 14 April 2016 15:23 WIB Anik Sulistyawati/JIBI/Solopos Solo Share :

BANK INDONESIA SOLO
Uang Rusak Bisa Ditukarkan ke BI, Ini Syaratnya

Bank Indonesia (BI) Solo melakukan sosialisasi cara memperlakukan uang.

Solopos.com, SOLO – Masih banyak warga yang memperlakukan uang tidak dengan baik menimbulkan keprihatinan bagi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Bandoe Widiarto.

“Ada uang distaples atau ditaruh ditempat tak semestinya bisa membuat uang rusak. Pernah saya mendapat laporan uang rusak karena disimpan di bawah karpet, akhirnya [uang] dimakan rayap,” ujar Bandoe saat berkunjung ke Griya Solopos didampingi Deputi Perwakilan BI Solo, Muhammad Taufik. A, Kamis (14/4/2016).

Selain itu pihaknya juga pernah mendapat laporan uang terbakar karena diletakkan di dekat kompor gas. Terhadap uang-uang rusak tersebut, Bank Indonesia memberikan kesempatan warga untuk menukarkannya namun dengan syarat kerusakkannya tidak sampai fatal atau masih ada 3/4 bagian yang utuh.

“Dan yang penting penukaran uang rusak di BI tidak dikenai biaya apapun,” ujar Bandoe.

Masih banyaknya warga yang tidak tahu cara menukarkan uang, diakui Bandoe sering dimanfaatkan pihak ketiga yang menawarkan atau menyediakan jasa menukarkan uang rusak dengan uang baru dengan imbalan. Hal itu, menurut Bandoe, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mengaturnya karena memang tidak termasuk ilegal. Namun, lanjut dia, pihaknya akan terus menurus melakukan sosialisasi terkait penukaran uang rusak tersebut.

Di sisi lain, BI juga akan mengintensifkan sosialisasi agar masyarakat waspada terhadap peredaran uang palsu. Mengingat peredaran uang palsu di masyarakat cenderung meningkat. Menurut Bandoe, peningkatan jumlah uang palsu bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap mata uang rupiah. Untuk itu pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat sebagai langkah preventif.

Pada kesempatan yang sama, Bandoe, yang diterima Direktur PT Aksara Solopos, Bambang Natur Rahadi, juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-12 untuk Solopos FM. Bandoe berharap Radio Solopos FM tambah sukses dan terus menjalin kerja sama dengan BI Solo.

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…