Ilustrasi sendok makan untuk minum obat (Detik.com) Ilustrasi sendok makan untuk minum obat (Detik.com)
Rabu, 13 April 2016 00:40 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

UKBM 2016
Seluruh Desa Tersasar Posbindu PTM

Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan ini untuk memantau kondisi PTM tiap individu.

 

 

Solopos.com, SLEMAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menargetkan hingga 2016 seluruh desa di Sleman memiliki upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) melalui pos pembinaan terpadu (Posbindu) penyakit tidak menular (PTM). Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan ini untuk memantau kondisi PTM tiap individu.

Kepala Dinkes Sleman Mafilindati Nuraini menjelaskan, jika dirinci secara umum masyarakat yang dalam keadaan sakit diprediksi sekitar 30% dan sebanyak 70% sehat. Akantetapi jika prosentase yang sehat tersebut tidak ditangani sejak dini, maka akan menambah jumlah yang sakit. Oleh sebab itu dengan adanya UKBM seperti Posbindu PTM, maka penyakit tidak menular yang dinilai masyarakat sebagai penyakit wajar menjadi mulai diperhatikan melalui pelayanan Posbindu tersebut. Karena petugas kader kesehatan di Posbindu akan memantau kondisi kesehatan masyarakat jika memanfaatkan layanan tersebut.

Menurut Linda, saat ini ada 200 peserta Jamkes harus cuci darah karena gagal ginjal. Penyakit itu sebenarnya berasal dari tidak diperhatikannya penyakit tidak menular. Seperti diabetes yang tidak dikelola dengan baik maka bisa berujung pada gagal ginjal dan penyakit lainnya. Masyarakat yang setiap harinya berdiam di ruangan AC, juga bisa menyebabkan dehidrasi hingga menimbulkan penyakit kronis. Karena berada di ruang AC kerapkali seseorang tak merasa haus sehingga perlahan jarang minum air putih.

“Banyak sekali masyarakat yang tiba-tiba sakit karena tidak pernah terkontrol kesehatannya. Melalui posbindu ini PTM akan bisa dikendalikan,” ungkapnya, Selasa (12/4).

Ia menargetkan seluruh desa di Sleman terdapat Posbindu PTM dan tiap kawasan terdekat puskesmas juga turut ditarget ada Posbindu perkantoran. Saat ini memang belum semua desa tersasar Posbindu. Tetapi Linda menarget 2016 ini seluruh desa di Sleman terlayani Posbindu. “Saat ini ada 86 Posbindu tetapi belum seluruh desa ada, tetapi ada desa yang mempunyai lebih dari satu Posbindu. Masalahnya ini UKBM baru yang dilaunching di Sleman tahun 2014, sehingga butuh proses. Target 2016 minimal setiap desa ada satu Posbindu dan setiap puskesmas ada satu Posbindu perkantoran,” terangnya.

Secara detail ia mengatakan, untuk membentuk Posbindu tergolong sederahana asal ada tempat yang disepakati bisa untuk berkumpul. Dinkes akan memberikan peralatan yang umum bisa dipakai seperti tensimeter dan timbangan berat badan. Kemudian, prosesnya seluruh warga yang mendaftar akan diberikan kartu sejenis kartu menuju sehat (KMS). Sebelum menerima kartu tersebut warga atau pasien akan diwawancara lebih dahulu oleh kader Posbindu terkait aktifitas keseharian hingga kebiasaan makan sebagai data awal melakukan diagnosa. Seterusnya warga akan mendapatkan penanganan lainnya seperti melihat kadar gula darah dan kolesterol.

“Posbindu yang sudah ada mereka buka sebulan sekali. Semua kader dari masyarakat yang kami beri pelatihan lebih dahulu,” kata dia. (Sunartono)

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…