Kunci jawaban soal UN SMP 2015 ditemukan di NTB, Selasa (5/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Ahmad Subaidi) Kunci jawaban soal UN SMP 2015 ditemukan di NTB, Selasa (5/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Ahmad Subaidi)
Rabu, 13 April 2016 06:40 WIB Bernadheta Dian/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

TINDAK PIDANA
Penyebar Soal UN Terancam Berurusan Dengan Hukum

Siapapun pihak yang terbukti telah dengan sengaja menyebarkan soal Ujian Nasional (UN) 2016, terancam berurusan dengan hukum.

 

 

Solopos.com, JOGJA-Siapapun pihak yang terbukti telah dengan sengaja menyebarkan soal Ujian Nasional (UN) 2016, terancam berurusan dengan hukum, dengan sangkaan pelanggaran atas pasal 54 undang-undang No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof.Nizam, kepada Harian Jogja, Selasa (12/4/2016), menanggapi hasil penelusuran tim investigasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Disdikpora DIY) bahwa, satu dari puluhan soal UN berbasis kertas yang diunggah ke media sosial, bukan berasal dari DIY.

“Saya belum melihat langsung soalnya [soal yang diunggah di media sosial], namun Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu menindaklanjuti laporan kecurangan yang masuk,” ujarnya.

Nizam mengungkapkan, status naskah soal UN merupakan dokumen rahasia negara, dalam prosesnya, di pos UN tingkat daerah, soal UN berbasis kertas juga tidak boleh keluar dari pos, sampai dengan nilai UN diumumkan. Setelah diumumkanpun, naskah harus dimusnahkan. Hanya saja belum banyak anggota masyarakat yang memahami hal ini, dan mengambil peluang, untuk menyebarkan dan menggunakannya untuk mengotori upaya terwujudnya pelaksanaan UN yang berintegritas, mengiming-imingi peserta dengan soal bocoran, bahkan kunci jawaban dari soal-soal tersebut.

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (ORI DIY) Budhi Masturi menyebutkan, salah satu dari puluhan foto soal UN 2016 yang dilaporkan sejumlah siswa peserta UN, teridentifikasi bukan berasal dari DIY. Hasil identifikasi tersebut berdasarkan angka yang ditemukan dari barcode [kode batang] yang ada pada tubuh soal. Saat ditanya mata pelajaran soal yang berhasil teridentifikasi itu, Budhi belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Langkah yang kemudian diambil adalah melaporkan hasil identifikasi ini kepada ORI tingkat pusat, untuk dapat diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. ORI sedianya akan terus melakukan pemantauan terhadap proses pengusutan pengunggah soal UN ke media sosial, sampai keseluruhan bukti yang ada berhasil terungkap.

“Kami perlu mengapresiasi upaya Disdikpora DIY, harapannya komitmen ini terus dipegang oleh Disdikpora. Ke depan kami berharap adanya perbaikan sistem, yang mengakomodasi hak-hak belajar siswa, kami bukan fokus kepada sanksi bagi pelaku, melainkan kepada perbaikan sistem ke depan,” kata dia.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, pihaknya akan terus berkomitmen mengawal UN di Jogja tetap berintegritas, salah satunya memberikan bantuan yang sekiranya diperlukan oleh ORI DIY. Soal UN berbasis kertas, imbuh dia, harus disimpan setidaknya selama satu bulan, karena sifatnya yang rahasia.

lowongan kerja
Harian Umum SOLOPOS Account Executive Toko Solopos, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….