Sejumlah orang dari PAC PDIP Sragen menggeruduk dan menyegel kantor DPC Sragen, Senin (21/3/2016). (Moh.Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)
Rabu, 13 April 2016 14:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

POLEMIK PDIP SRAGEN
DPD PDIP Jateng Telah Tunjuk 4 PAC

Polemik PDIP Sragen di 4 PAC telah selesai.

Solopos.com, SRAGEN–Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumberlawang, Sragen, Joko Setiawan, menyatakan persoalan deadlock musyawarah anak cabang (musancab) di PAC Sidoharjo, Ngrampal, Gemolong, dan Kedawung sudah rampung. DPD sudah menunjuk pimpinan PAC di empat kecamatan tersebut.

Sebelumnya, mantan Ketua DPC PDIP Sragen Bambang Samekto menyampaikan latar belakang atas aksi penyegelan kantor DPC PDIP Sragen pada Maret lalu dipicu oleh persoalan musancab deadlock di empat PAC tersebut. Aksi penyegelan kantor DPC PDIP itu, kata Bambang, tidak ada kaitannya dengan persoalan jabatan Ketua DPC yang dinonaktifkan. Totok, sapaan akrabnya, juga membantah bila dikaitkan atau dituduh jadi dalang di balik aksi penyegelan itu.

“Saya melihat jawaban yang disampaikan Totok [Bambang Samekto] terkait dengan surat yang kami sampaikan ke DPC hanya untuk mengalihkan isu dan menunjukkan kalau tidak paham mekanisme partai. Ada aturan main yang dikeluarkan DPP. Ketika terjadi deadlock maka wewenang berikutnya diserahkan ke DPD. DPD pun sudah menunjuk orang-orang yang duduk di pimpinan empat PAC itu,” ujar Joko kepada Solopos.com, Rabu (13/4/2016).

Joko menyampaikan DPD menunjuk Muh. Husnul Aziz sebagai Ketua PAC Sidoharjo, Slamet Mulyono sebagai Ketua PAC Ngrampal, Heriyanto sebagai Ketua PAC Gemolong, dan Dullah sebagai Ketua PAC Kedawung.

Dia mengatakan nama-nama tersebut juga diundang dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada 4 Februari 2016 lalu. “Jadi pembentuk pengurus di 20 PAC di Sragen sudah selesai. Mengapa masalah itu jadi alasan dalam aksi di kantor DPC PDIP pada 21 Maret 2016 lalu. Kalau memahami mekanisme partai ya harus tegak lurus terhadap perintah partai tidak perlu tolah-toleh lagi,” tutur dia.

Joko tinggal menunggu langkah tegas DPD terkait dengan aduan 14 PAC. Dia mengatakan bola ada di tangan DPC. Dia berharap DPC segera menyampaikan aduan 14 PAC itu ke DPD PDIP Jawa Tengah. Joko berkeyakinan enam PAC lainnya akan mengambil sikap serupa.

Sementara itu, Ketua PAC PDIP Sragen Kota, Suparno, akhirnya unjuk gigi terkait persoalan di internal PDIP. Selama ini Suparno sering tutup mulut ketika ditanya soal PDIP karena memilih wait and see. Suparno mengimbau kepada struktural dan kader PDIP supaya menahan diri. Dia mewanti-wanti agar struktural dan kader partai tidak membesar-besarkan masalah karena akan berdampak buruk terhadap citra partai. Dia mengatakan segala polemik itu diserahkan kepada jejang struktural di DPD dan DPP.

“Apa pun kebijakan DPD dan DPP itu merupakan saran, imbauan dan perintah partai. Kami tinggal menunggu hasilnya. Saya kira DPD dan DPP sudah dimengerti. Saya minta tidak perlu saling menuding satu sama lain. Mari teman-teman bersatu demi keutuhan dan kebesaran partai. Saling tuding itu justru akan menambah polemik,” imbaunya.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…