garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Rabu, 13 April 2016 16:07 WIB Dewi Aminatuz Zuhriyah/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

PETUGAS PAJAK DIBUNUH
Anak Korban Disekolahkan, Dipertimbangkan Jadi Pegawai Pajak

Petugas pajak dibunuh pengusaha di Sibolga menjadi perhatian Ditjen Pajak. Anak korban akan dijamin sekolahnya.

Solopos.com, JAKARTA — Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi menyatakan akan menanggung beban hidup keluarga petugas pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sibolga dibunuh oleh pengusaha wajib pajak.

“Kami akan menjamin keluarga semuanya sampai anaknya nanti sekolah perguruan tinggi kalau mau masuk [Ditjen] pajak kami akan pertimbangkan dan kenaikan pangkat istimewa,” tuturnya, Rabu (13/4/2016).

Dirjen Pajak menyesalkan adanya insiden yang menimpa dua pegawainya itu. “Kami sangat menyesalkan karena salah antisipasi, kami kira itu daerah aman saja,” tuturnya. Atas kejadian tersebut, Ken mengimbau kepada setiap petugas pajak untuk melakukan koordinasi dengan kepolisian sebelum bertugas.

Sementara itu, Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak, Mekar Satria Utama, mengatakan pengusaha jual beli getah karet pelaku pembunuhan tersebut ditagih setelah menunggak pembayaran pajak selama dua tahun. Penunggakan tersebut mengakibatkan dirinya wajib membayar pajak sebanyak Rp14 miliar, jumlah yang cukup fantastis di daerah pelaku.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…