Petugas BNN menunjukkan kue ganja di Gedung BNN, Jakarta, Senin (13/4/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A.) Petugas BNN menunjukkan kue ganja di Gedung BNN, Jakarta, Senin (13/4/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A.)
Rabu, 13 April 2016 18:20 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Pencegahan Dimulai dari Keluarga

Penyalahgunaan narkoba bisa dicegah, benteng pertama adalah keluarga

Solopos.com, BANTUL – Peran keluarga dalam memerangi tindak penyalahgunaan narkoba sangatlah berpengaruh. Pasalnya peran keluarga bisa sebagai benteng utama anggota lain untuk tidak terpengaruh dengan obat-obatan tersebut.

Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Korban Napza, Arfin Munajah mengatakan sasaran adanya diseminasi kepada keluarga karena dimulai dari keluarga bisa mencegah adanya hal-hal tersebut.

“Karena keluarga memiliki peran yang banyak, kemudian keluarga yang diundang pada diseminasi kali ini adalah yang juga memiliki peran di kalangan masyarakat seperti dukuh, takmir masjid, ustadz, bahkan remaja masjid,” katanya, Selasa (12/4/2016).

Hal tersebut dilakukan agar mereka dapat menyebar luaskan materi-materi dan pengetahuan mereka terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.

“Supaya mereka tahu apa yang harus mereka lakukan dan tindakan-tindakan apa saja yang seharusnya dilakukan jika terjadi penyalahgunaan narkoba,” ujar Arfin.

Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP) DIY di gedung Dinas Sosial ini memang sudah yang ke enam kalinya digelar dan kali ini dihadiri oleh 30 peserta.

“Sebelumnya peserta sosialisasi berasal dari pelajar, Ibu PKK, Pekerja sosial, dan yang terakhir keluarga,” katanya.

Salah satu pemateri, Hariyono menambahkan menurut data BNNP DIY tahun 2015 di kabupaten Bantul ada sekitar 296 korban penyalahgunaan narkoba.

“Untuk itu sosialisasi seperti ini harus terus diadakan, untuk semakin mengurangi angka korban,”ujarnya.

Korban penyalahgunaan tersebut antara lain memang orang-orang yang kurang mendapatkan perhatian dari keluarga.

Kemudian untuk selanjutnya bagi masyarakat yang ingin mengundang dan mengadakan sosialisasi serupa bisa mengundang BNK Kabupaten Bantul untuk memberikan materi serupa.

“Bagi masyarakat yang ingin mengadakan penyuluhan di wilayahnya kami dengan senang hati akan menerima undangan, karena penggalakan pencegahan penyalahgunaan narkoba memang harus sesering mungkin dilakukan,” ujar Arfin.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…