topi polisi, salah satu identitas Polri Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/dokumen)
Rabu, 13 April 2016 22:40 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Solo Share :

PENIPUAN SOLO
Polisi Mengaku Kasatnarkoba Polresta Beraksi di Pasar Kliwon, Ini Yang Dilakukan

Penipuan Solo terjadi di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon.

Solopos.com, SOLO–Seseorang mengaku perwira menengah polisi mencoba memerdayai warga dan pihak Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Pria yang mengaku berpangkat komisaris polisi (Kompol) tersebut berupaya menemui keluarga bandar narkoba yang telah diringkus polisi, Senin (11/4/2016) lalu.

Pantauan Solopos.com di lokasi kejadian, Rabu (13/4/2016), polisi yang mengaku menjabat Kasatnarkoba Polresta Solo itu berkali-kali menghubungi kantor Kelurahan Semanggi dan meminta nomor Linmas setempat. Polisi gadungan itu bermaksud untuk menemui keluarga atau istri Muhammad Musthofa alias Tofa, 39, bandar narkoba yang dibekuk polisi, Senin (11/4/2016) lalu.

Awalnya Lurah Semanggi Didik Wahyudi dan Danton Linmas Ahmad Rizki tak mencurigai rencana jahat di belakangnya. Mereka lantas menghubungi polisi bintara pembina desa (babinkantibmas) setempat dengan maksud menemui bersama-sama istri tersangka.

Setelah tiba di kediaman istri tersangka, polisi gadungan itu belum menunjukkan batang hidungnya. Ia justru kembali menelepon dan meminta Danton Linmas untuk menemui istri tersangka narkoba dan meminta nomor teleponnya.

Tak berselang lama, polisi gadungan itu kembali menghubungi Danton Linmas dan mengurungkan niatnya menemui istri tersangka.

“Saya bilang bahwa saya sekarang di TKP [tempat kejadian perkara] bersama polisi dan wartawan. Setelah itu dia bilang tak jadi ke TKP,” ujar Ahmad Rizki.

Kejadian itu langsung membuat Danton Linmas curiga. Terasa sangat ganjil ada seorang polisi tiba-tiba minta diantar Linmas untuk menemui keluarga tersangka. Tak hanya itu, upaya menemui keluarga tersangka juga selama ini tak pernah terjadi selain untuk hal-hal tak baik. Padahal, pelaku sudah menjadi tersangka dan dirilis ke media massa.

“Saya mulai curiga ada apa ini? Makanya saya ajak polisi dan wartawan ke lokasi,” ujarnya.

Kasatnarkoba Kompol Ary Sumarwono memastikan seorang yang mencoba menemui istri tersangka itu adalah polisi gadungan. Ia berjanji akan mengusut dan menangkap pelaku yang mencatut nama Polri itu.

“Tangkap dia sekarang. Mencatut nama polisi, apa maksudnya?” paparnya.

Lurah Semanggi, Didik Wahyudi mengaku bukan sekali ini saja dihubungi orang yang mengaku polisi dan meminta uang tebusan untuk warganya yang bermasalah di kepolisian. Selain itu, pelaku juga kerap meminta agar difasilitasi dipertemukan dengan istri atau keluarga pelaku tindak kriminalitas.

“Pernah juga saya kasihkan nomor Pak Kapolsek karena sering nelepon meminta uang dengan mengaku polisi,” paparnya.

lowongan pekerjaan
Bank Syariah Dana Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…