Foto Ilustrasi Granat (Reuters)
Rabu, 13 April 2016 13:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PENEMUAN GRANAT MADIUN
Warga Kepet Temukan Granat, Diduga Peninggalan Belanda

Penemuan granat Madiun yakni granat aktif terjadi di Desa Kepet, Kecamatan Dagangan.

Solopos.com, MADIUN – Warga menemukan granat nanas di Desa Kepet, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, saat menggali tanah. Granat yang diduga masih aktif itu dievakuasi aparat Brimob Kompi 2 Detasemen C Madiun, Jawa Timur.

Benda itu ditemukan oleh Kliwon warga Desa Kepet, Kecamatan Dagangan. Saat sedang menggali tanah untuk membuat saluran air, tiba-tiba mata cangkulnya mengenai benda keras dari dalam tanah. Setelah dilihat dengan seksama, benda tersebut adalah granat nanas.

“Saya kaget saat cangkul saya mengenai benda itu. Setelah saya perhatikan, ternyata benda itu adalah granat dan langsung saya angkat dan pindahkan ke bawah pohon di lokasi setempat,” kata Kliwon, Selasa (12/4/2016).

Setelah itu, ia melaporkan temuannya tersebut ke warga desa yang lain dan diteruskan ke kantor polisi terdekat. Polisi yang datang langsung memasang tali garis polisi agar warga tidak mendekati lokasi penemuan yang berbahaya.

“Diduga kuat, granat masih dalam keadaan aktif. Saat dievakuasi dari lokasi penemuan, petugas harus ekstra hati-hati karena pemicu granat sudah tidak ada, sehingga rawan meledak,” kata Kepala Unit 1 Brimob Kompi 2 Detasemen C Madiun, Iptu Priyono, di Madiun, Selasa.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Brimob langsung mengevakuasi bahan peledak tersebut ke markas. Setelah itu, granat diserahkan ke Denpal Madiun.

“Kami meminta warga untuk tidak memindahkan jika sewaktu-waktu menemukan benda serupa. Hal itu karena bahan peledak seperti granat mudah meledak saat diangkat, sehingga sangat berbahaya,” kata dia.

Ia menduga granat tersebut merupakan peninggalan zaman perang saat pejajahan Belanda dulu.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…