Ilustrasi eskalator di pusat perbelanjan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi eskalator di pusat perbelanjan (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 13 April 2016 08:40 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PEMBANGUNAN MAL
Pedagang Tradisional Bantul Diminta Tak Cemas

Rencana pembangunan mall di Kawasan Bantul sempat menuai kekhawatiran pedagang tradisional.

 

 

 

Solopos.com, BANTUL– Rencana pembangunan mal di Kawasan Bantul sempat menuai kekhawatiran pedagang tradisional. Namun secara langsung Bupati Bantul Suharsono meluruskan beberapa pendapat yang simpang siur tersebut. Ia mengatakan adanya rencana pembangunan mal  tidak akan mematikan perekonomian para pedagang tradisonal.

“Rencana pembangunan mal memang sempat meresahkan warga bantul, namun rencana pembangunan itu jauh dari lokasi yang ramai di bantul seperti di tengah kota bantul, sehingga masyarakat tidak perlu resah,” katanya.

Ia menambahkan, setelah beberapa kali melakukan konsultasi dengan Guberbur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, ia merencanakan bahwa pembangunan mall akan di bangun diperbatasan Daerah Bantul.

“Rencana lokasi pembangunan mall itu di bekas kampus Stie Kerjasama Jalan Parangtritis, wilayah tersebut kan perbatasan Bantul dan kota dan lahannya kan sekarang kosong, atau di daerah perbatasan lain seperti di wilayah Godean dan Sedayu, tidak mungkin akan dibangun di tengah kota Bantul,” tegas Suharsono.

Kemudian hingga saat ini diakui Suharsono sudah ada beberapa investor yang mulai melirik ada rencana tersebut.

“Sudah ada beberapa investor yang mendaftar, namun kita juga akan melakukan seleksi dulu, karena izin untuk pembangunan hotel dan mall itu harus sampai pusat jadi memang harus benar-benar selektif,” katanya.

Suharsono juga menambahkan, pihaknya akan terus melakukan kordinasi dengan masyarakat bantul terkait dengan pengambilan keputusan, ia akan selalu mendengarkan suara masyarakat bantul.

“Saya akan terus melakukan koordinasi dengan masyarakat, jadi tidak perlu resah saya akan mengambil keputusan secara sepihak, jika nantinya memang kebanyakan masyarakat tidak menyetujui maka pembangunan juga tidak akan dilakukan,” tegasnya lagi.

Di lain pihak, pemerhati kebijakan publik Elanto Wijoyono mengatakan pemerintah seharusnya perlu mencari solusi lain terkait dengan rencana pembangunan mall untuk menambah kesejahteraan masyarakat.

“jika memang benar pembangunan mall menurut Bupati Bantul untuk lebih mensejahterakan masyarakat, sepertinya ada solusi lain dibanding dengan pendirian mall misalnya dengan lebih membangkitkan ekonomi kreatif dan ekonomi kecil masyarakat Bantul,” katanya.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…