Jalan Malioboro kini lengang dari parkir sepeda motor, setelah relokasi parkir ke Jalan Abu Bakar Ali mulai diberlakukan, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Jalan Malioboro kini lengang dari parkir sepeda motor, setelah relokasi parkir ke Jalan Abu Bakar Ali mulai diberlakukan, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 13 April 2016 14:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PARKIR MALIOBORO
Relokasi Parkir Sudah Seminggu, Bagaimana Hasil Evaluasinya?

Parkir Malioboro direlokasi, hasilnya masih dievaluasi

Solopos.com, JOGJA- Pengelolaan Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA) saat ini belum maksimal.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Syarief Teguh Prabowo, mengakui pascarelokasi jukir, pengelolaan Taman Parkir ABA saat ini belum maksimal.

Menurutnya banyak persoalan yang perlu dibenahi sebagaimana yang dikeluhkan para jukir mulai dari adanya parkir di jalan sirip Malioboro, dan belum dimulainya pembangunan fisik.

Karena itu, pihaknya memperpanjang masa evaluasi. “Harusnya kan masa evaluasi seminggu, tapi karena masih banyak pembenahan, evaluasi kita perpanjang,” kta Syarif.

Selama masa evaluasi tersebut, kata Syarif, sisi timur Malioboro tetap akan dijaga petugas.

Syarief juga mengakui sejauh ini pihaknya belum menarik setoran dari pengelolaan parkir roda dua di ABA karena masih menunggu mereka menyesuaikan diri dengan mengelola parkir secara mandiri.

Sejauh ini, kata dia, jukir ABA baru membentuk sebuah forum perkumpulan jukir untuk memudahkan dalam berkoordinasi.

Salah satu jukir, Sigit Karsana Putra, sebelumnya akan tetap melakukan advokasi terhadap para jukir pindahan Malioboro ke ABA supaya dapat memperoleh kesejahteraan?.

Ia berharap relokasi tersebut tidak memutus mata penghasilan yang diperoleh jukir saat di Malioboro dulu, karena penghasilan di ABA sangat kecil.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…