Legislator DPRD Karanganyar (kanan) antre tes urine secara mendadak oleh tim Dokkes Polres Karanganyar, Rabu (13/4/2016). (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 13 April 2016 17:33 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

NARKOBA KARANGANYAR
Digelar Mendadak, 5 Anggota DPRD Tak Ikut Tes Urine

Narkoba Karanganyar diharapkan bisa diantisipasi peredarannya di semua lapisan masyarakat.

Solopos.com, KARANGANYAR – Sebanyak 39 legislator DPRD Karanganyar menjalani tes urine dadakan, Rabu (13/4/2016) siang.

Dari tes itu, urine para wakil rakyat dinyatakan negatif dari kandungan obat-obatan terlarang. Tapi masih ada lima legislator yang belum menjalani tes urine, lantaran tak datang.

Informasi yang dihimpun solopos.com, kelima legislator tersebut yaitu Setiawan Dibroto dan Jumadi (Partai Gerindra), Tony Hatmoko (PKB), Suprihatin dan Abdul Saleh Purwanto (PDI Perjuangan).

Tes urine dilakukan Tim Dokkes Polres Karanganyar. Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, memantau langsung pelaksanaan tes yang dilakukan di samping ruang paripuna.

Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, saat ditemui wartawan, mengaku lega tak ada anggota DPRD yang terindikasi zat-zat terlarang. Lima legislator yang tak hadir akan tetap dites urine.

“Yang absen ada beberapa, karena memang izin tak bisa hadir. Mereka tidak diberi tahu akan ada tes urine. Tapi nanti yang belum dites tetap akan menjalani tes tersendiri,” tutur dia.
Sumanto menjelaskan tes urine digelar bekerja sama dengan Polres Karanganyar. Dia menyatakan agenda tes urine tidak diberitakukan kepada para legislator Karanganyar.

Dia mengatakan tes tersebut sebagai bentuk komitmen lembaga wakil rakyat dalam memerangi peredaran narkoba. Sebagai wakil rakyat, para wakil rakyat harus bisa memberikan teladan.

“Lembaga DPRD harus bisa memberikan teladan dalam perang melawan narkoba. Sebagai transparansi dan komitmen lembaga, kami jalani tes urine secara mendadak,” ujar dia.

Politikus PDIP tersebut tidak mau berpikiran negatif terhadap lima legislator yang tak ikut tes urine. Dia mengimbau kepada mereka supaya segera menjalani tes urine oleh tim Polres.

“Kami sengaja tak beritahu agenda tes urine untuk akurasi hasil tes. Tapi waktu tes kita sesuaikan dengan agenda rapat paripurna, sehingga tingkat kehadiran relatif tinggi,” terang dia.

Pernyataan senada disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, saat ditemui wartawan. Menurut dia rencana tes urine para legislator baru diputuskan Rabu pagi.

“Tiba-tiba pagi tadi [kemarin] Pak Ketua DPRD menelpon saya, meminta difasilitasi tes urine. Ya langsung saya siapkan tim pemeriksa. Anak buah saya saja tidak tahu,” tutur dia.
Kapolres menjelaskan pendalaman tidak akan dilakukan kepada 39 legislator. Sebab hasil tes menunjukkan tak ada zat terlarang. Tes akan dilanjutkan kepada lima legislator yang tak hadir.

“Karena dari indikator tes urine tak ada yang positif, ya tidak perlu dilakukan pendalaman. Pendalaman itu dilakukan kalau hasil tes urinenya ada yang positif,” terang Kapolres.

Terkait pemeriksaan urine kepada lima legislator yang belum hadir, Kapolres siap menyelesaikannya. Dia akan mengirim tim Dokkes Polres Karanganyar ke DPRD, dalam waktu dekat.

 

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…