Suporter Leicester (BBC)
Rabu, 13 April 2016 04:30 WIB JIBI/Solopos/Newswire Inggris Share :

LIGA INGGRIS 2015/2016
Leicester Diprotes Pendukungnya Gara-gara Tiket

Liga Inggris 2015/2016 diwarnai dengan protes dari suporter Leicester.

Solopos.com, LEICESTER – Leicester City kini menjadi kandidat kuat juara Liga Premier Inggris 2015/2016. Tak ayal tiket partai terakhir Leicester pun habis terjual. Tapi karena banyak diburu, tiket tersebut mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.

Sebagaimana diberitakan BBC yang dikutip Detik.com, Selasa (12/4/2016), laga kandang terakhir Leicester musim ini akan digelar pada 7 Mei 2016 mendatang menghadapi Everton. Tiket laga tersebut sudah dijual pada Senin (11/4/2016) kemarin dan habis terjual hanya dalam waktu 90 menit.

Karena besarnya permintaan, kemudian banyak yang menjual ulang tiket tersebut dengan harga tinggi. Beberapa situs reseller tiket ada yang mematok harga 3.000 poundsterling (Rp56 juta) hingga yang paling mahal 15.000 poundsterling (Rp280 juta) untuk sepasang tiket.

Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan di banyak pendukung Leicester. Soalnya banyak dari mereka yang tidak dapat tiket untuk laga tersebut meski merupakan pemegang paket keanggotaan suporter The Foxes.

“Klub ini melakukan hal yang brilian terhadap fansnya dalam beberapa musim terakhir. Tapi saya pikir akan ada beberapa pertanyaan yang harus mereka jawab mengapa ini bisa terjadi. Saya tidak tahu bagaimana seorang suporter biasa akan mampu membayar 15.000 poundsterling untuk dua tiket, itu tiket dari tangan kedua,” ungkap seorang suporter yang tidak mau disebut namanya.

Kekecewaan serupa datang dari fans yang lain. Mereka menuntut penjelasan dari manajemen klub karena tidak kebagian tiket meski memiliki keanggotaan resmi. “Sangat buruk saat ada situs yang menjual tiket mulai dari 495 sampai 5.000 poundsterling. Siapa yang menjual ulang tiket-tiket ini? Apa artinya memiliki keanggotaan gold/silver [jika tak dapat tiket]? Saya ingin tahu penjelasan klub atas hal ini,” ucap seorang fans bernama David Lea.

Suporter lain yang sudah mendukung Leicester sejak 1968 juga merasa sangat kecewa dengan kegagalan mendapat tiket untuk laga tersebut. Padahal dia adalah pemilik keanggotaan suporter Leicester. “Sangat kecewa. Terus berada di sana sepanjang musim, 1968 adalah pertandingan pertama saya dan tidak pernah melewatkan satu musim pun. Keanggotaan silver tidak membuat saya bisa mendapat tiket untuk pertandingan paling penting – memenangi liga,” ketus suporter lain bernama Adie Wheat.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…