Pemudik dari Jakarta tiba di Stasiun Madiun dengan menggunakan Kereta Api (KA) Brantas jurusan Pasar Senen-Kediri, Kamis (17/7/2015) pagi.(Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Pemudik dari Jakarta tiba di Stasiun Madiun dengan menggunakan Kereta Api (KA) Brantas jurusan Pasar Senen-Kediri, Kamis (17/7/2015) pagi.(Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Rabu, 13 April 2016 23:15 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

LEBARAN 2016
Tiket KA Mudik Lebaran H-7 Hingga H+5 Ludes

Lebaran 2016, tiket KA hingga H+5 Lebaran ludes terjual.

Solopos.com, SOLO–Kereta api (KA) masih menjadi moda transportasi pilihan masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran. Terbukti, tiket mudik Lebaran keberangkatan dari Stasiun Solo Balapan pada H-7 hingga H+5  Lebaran langsung ludes terjual.

Kepala Stasiun Solo Balapan, Budi Santoso, mengatakan tiket untuk keberangkatan 27 Juni-11 Juli sudah habis tidak bersisa. Tiket KA yang tersisa tinggal keberangkatan pada H-10 sampai H-8 atau pada 26-28 Juni. Budi mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi menyambut dibukanya penjualan tiket mudik Lebaran. Total, per hari ada sekitar 1.500 tiket yang dijual kepada masyarakat.

“Tiket KA Lebaran pada H-7 sampai H+5 untuk kereta jurusan Jakarta maupun Bandung sudah habis. Bahkan, sekitar dua jam setelah dibuka pada pukul 00.00 WIB, tiket langsug habis,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/4/2016).

Budi mendorong masyarakat untuk memesan tiket melalui channel external atau lewat online seperti minimarket maupun Kantor Pos. Pemesanan tiket lewat online jauh lebih mudah dan cepat.

Masyarakat juga terhindar dari penumpukan pemesanan tiket di loket stasiun. Pemesanan tiket lewat jaringan online juga lebih efisien krena tidak terbatas oleh waktu. Sedangkan, pemesanan tiket di stasiun hanya dilayani saat jam kerja.

Sementara, hingga saat ini Budi belum bisa memastikan kapan tiket KA tambahan untuk Lebaran bisa dijual. Dia memperkirakan tiket KA tambahan dijual sebulan sebelum Lebaran. “Tiker KA reguler sampai saat ini memang sudah habis. Nah untuk KA tamabahan biasanya memang ada, tetapi ini masih menunggu pengumuman, biasanya sebulan sebelum Lebaran sudah dibuka,” urainya.

Budi menerangakan selama Lebaran PT KAI juga bakal memaksimalkan rangkaian kereta. Hal itu untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat akan moda transportasi massal yang cepat dan murah.

Terpisah, District Manager Sriwijaya Air Solo, Taufik Sabar, mengatakan penjualan tiket pesawat untuk mudik Lebaran belum cukup tinggi. “Penjualan tiket untuk H-3 Lebaran sudah ada yang membeli tetapi baru sedikit. Sedangkan, untuk H+2 Lebaran penjualan tiketnya sudah mencapai 20 persen,” katanya wartawan di Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo, Selasa (12/4/2016).

Diperkirakan peminat mudik Lebaran dengan menggunakan moda transportasi pesawat terbang terjadi bulan depan. Bahkan, Sriwijaya Air sudah berencana menambah frekuensi penerbangan Solo-Jakarta PP. Saat ini Sriwijaya Air melayani dua kali rute penerbangan dalam sehari dari Solo-Jakarta PP pada Senin-Kamis dan tiga kali penerbangan Solo-Jakarta PP pada Jumat-Minggu.

lowongan pekerjaan
NUSANTARA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….