Menghitung Uang Pecahan Rp100.000 (Dok/JIBI/Bisnis)
Rabu, 13 April 2016 16:30 WIB Aprianto Cahyo Nugroho/Renat Sofie Andriani/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

KURS RUPIAH
Rupiah Loyo Lagi, Ditutup Melemah 43 Poin

Kurs rupiah melemah setelah sempat menguat pagi tadi.

Solopos.com, JAKARTA — Kurs rupiah akhirnya bergerak melemah hari ini, Rabu (13/4/2016). Rupiah ditutup di level Rp13.158/dolar AS atau melemah 43 poin (0,33%). Rupiah melemah di saat indeks dolar AS makin kuat dan kembali anjloknya harga minyak.

Bloomberg Dollar Index mengemukakan rupiah dibuka menguat 0,16% atau 21 poin ke Rp13.094/dolar AS. Hal ini seiring mata uang safe haven yen turun dari puncaknya atas dolar Amerika Serikat, setelah harga minyak menguat.

Harapan pasar pembekuan produksi disokong produsen Rusia dan Arab Saudi, harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam empat bulan semalam. “Pasar menunggu data inflasi AS (pada Kamis),” kata Analis BNP Paribas seperti dikutip Reuters, Rabu (13/4/2016).

Rupiah berbalik melemah setelah masuk sesi II perdagangan. Rupiah melemah di saat indeks dolar AS makin kuat yaitu naik 0,39% ke 94,321 pada pukul 13.39 WIB. Selain itu, harga minyak mentah kembali anjlok. WTI tercatat melemah 2,06% ke US$41,3/barel

“Biasanya karena dikaitkan dolar. [Kemarin positif saat] posisi perbankan rebound. Memperkuat nilai tukar masih perbankan. Ada perubahan sedikit di perbankan, dolar pengaruh,” Octavianus Marbun, Analis PT Waterfront Securities Indonesia saat dihubungi hari ini, Rabu (13/4/2016).

Seperti diketahui sektor finansial melemah siang ini di bursa saham, dan saham perbankan masuk sebagai penekan. Bursa saham pada akhir sesi I, asing net sell Rp99 miliar.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…