Ilustrasi mabuk
Rabu, 13 April 2016 02:10 WIB JIBI/Solopos/Newswire Internasional Share :

KISAH UNIK
Pengemudi Mabuk di Thailand Akan Diseret ke Kamar Mayat

Kisah unik di Thailand akan memberlakukan hukuman aneh bagi pengemudi mabuk.

Solopos.com, SOLO – Hukum unik diberlakukan di Thailand. Seakan ingin membuat efek jera, para pengemudi mabuk akan diseret ke kamar mayat untuk menjadi relawan.

Hukum tersebut diberlakukan dalam rangka memperkecil angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi di negara tersebut.  “Tujuannya agar pelaku jera,” kata pejabat kepolisian, Kolonel Kriangdej Jantarawong seperti dikutip Liputan6.com dari BBC, Selasa (12/4/2016).

Menurut data WHO, setidaknya ada 24.000 orang meregang nyawa di jalanan Thailand tiap tahunnya. Jumlah kematian per kapita akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya Negeri Gajah Putih hanya bisa disalip oleh Libya.

Para peneliti di Institut Riset Transportasi Universitas Michigan menyebut Thailand mendapatkan peringkat lalu lintas paling mematikan tertinggi kedua di dunia, dengan 44 kematian per 100.000 penduduk

Sejauh ini, pemerintah Thailand telah mengirim sejumlah pengemudi mabuk dan ugal-ugalan untuk bekerja di bangsal rumah sakit, demikian menurut petugas departemen yang memberikan sanksi sosial, Nontajit Netpukkana.

Namun, aparat berpendapat, itu tak cukup menimbulkan efek jera. Maka dari itu, intensitas hukuman ditambah.

Diharapkan, dengan bekerja di kamar jenazah, para pelanggar lalu lintas akan lebih menyadari konsekuensi dari tindakan mereka.

Bangkok Post memberitakan kabinet telah menyetujui rencana tersebut. Sementara, keputusan mengirim seseorang ke instalasi penyimpanan jasad akan diputuskan pengadilan.

 

 

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…