Ilustrasi Puskesmas (Dok/JIBI) Ilustrasi Puskesmas (Dok/JIBI)
Rabu, 13 April 2016 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

KESEHATAN TULUNGAGUNG
31 Puskesmas di Tulungagung Ditarget Berstatus BLUD pada 2017

Kesehatan Tulungagung terus dibenahi dengan meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas.

Solopos.com, TULUNGAGUNG – Sebanyak 31 puskesmas yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung segera berstatus badan layanan umum daerah (BLUD) guna meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

“Sementara ini sudah sembilan puskesmas yang proses verifikasi menjadi BLUD. Lainnya dalam tahap pendampingan,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Bahrudin di Tulungagung, Selasa (12/4/2016).

Kesembilan puskesmas yang telah memenuhi persyaratan administratif, teknis, maupun substantif meliputi Puskesmas Tulungagung, Kauman, Sumbergempol, Banjarjo, Tiyudan, Pucanglaban, Pagerwojo, Tanggunggunung, serta Bangun Jaya.

Bahrudin mengungkapkan sebanyak 22 dari total 31 puskesmas yang ada di Tulungagung sampai saat ini masih dalam tahap pembinaan dinkes. Kendati pengajuan bertahap, Bahrudin berharap penetapan status BLUD untuk 31 puskesmas nantinya bisa dilakukan serentak.

“Target kami 2017 nanti semua [puskesmas] sudah terakreditasi BLUD, sehingga mereka bisa mandiri secara manajemen keuangan agar pelayanan kesehatan masyarakat juga optimal,” ujar dia.

Proses penetapan status BLUD untuk sembilan puskesmas itu menurut Bahrudin tinggal menunggu hasil penilaian tim verifikasi tingkat kabupaten. Ia memastikan seluruh persyaratan termasuk penyediaan sumber daya manusia teknis di bidang akutansi serta tim IT telah dipersiapkan.

“Kami harus akui, untuk menuju puskesmas dengan status BLUD sejauh ini masih banyak terkendala dengan SDM, terutama ahli akutansi karena prinsip badan layanan umum adalah harus mampu membuat sistem manajemen keuangan yang mandiri,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
PT.Astra International tbk, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…