Sejumlah warga membantu membalikkan bus yang terguling ke parit saat melintas di tikungan di Jalan Raya Tawangmangu-Solo tepatnya di Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Rabu (13/4/2016). (JIBI/Solopos/Istimewa/Sukarelawan Karangpandan)
Rabu, 13 April 2016 20:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

KECELAKAAN KARANGANYAR
Diduga Ban Selip, Minibus Langsung Jaya Tergelincir di Tikungan

Kecelakaan Karanganyar terjadi di Desa Karangpandan, Karanganyar.

Solopos.com, KARANGANYAR–Minibus Langsung Jaya rute Tawangmangu-Solo PP berpelat nomor AD 1545 CF terguling di jalan menikung di Dukuh Ledok, Dusun Keprabon, Desa Karangpandan, Rabu (13/4/2016) sekitar pukul 14.40 WIB.

Akibat kejadian itu, tujuh penumpang mengalami luka-luka. Mereka mendapat perawatan di Klinik Mitra Keluarga dan Puskesmas Karangpandan. Informasi yang dihimpun Solopos.com, minibus yang dikemudikan warga Sambirejo, Sragen, Maridi, 30, itu terguling karena tergelincir di tikungan.

Minibus tergelincir keluar dari aspal jalan dan menabrak tempat duduk dari semen di tepi jalan. Setelah itu, minibus jatuh ke parit dengan posisi miring ke kiri. Badan minibus bagian kiri ringsek, atap ringsek, kaca depan rusak, dan kaca belakang pecah. Sopir minibus Langsung Jaya, Maridi, mengaku tidak sedang menghindari kendaraan lain saat kejadian.

Di tikungan itu, laju bus tak terkendali sampai membentur dan terguling di atas selokan. “Habis hujan. Ada tujuh penumpang di dalam. Ada bakul dan pekerja yang mau pulang. Enggak menghindari kendaraan apa-apa. Jalan biasa lalu nyungsep. Semua penumpang di dalam minibus, tidak ada yang terlempar keluar,” kata Maridi saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Rabu (13/4/2016).

Total ada sembilan orang di dalam minibus, yakni tujuh penumpang, sopir, dan kernet. Maridi mengalami luka lecet pada tangan kiri, satu penumpang diduga mengalami patah tulang, dan dua penumpang lainnya mengalami luka di bagian kening dan tangan sehingga harus mendapatkan jahitan.

Salah satu warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian, Katno, 45, menuturkan mendengar suara keras. Saat itu, dia mengecek dan melihat minibus terbalik di tepi jalan. Katno bercerita penumpang keluar melalui kaca bagian belakang bus. Menurut dia, sejumlah penumpang dibawa ke klinik terdekat dan Puskesmas Karangpandan.

“Kaca belakang dipecah supaya penumpang bisa keluar. Sebagian penumpang dibawa ke Puskesmas Karangpandan dan klinik. Sisanya dijemput keluarga. Minibus itu nabrak buk [tempat duduk dari semen di tepi jalan] dulu lalu terbalik,” tutur dia saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Sejumlah warga membantu membalikkan minibus menggunakan tali. Selanjutnya minibus ditarik menggunakan truk dan dibawa ke bengkel PO Langsung Jaya di Tawangmangu.

Salah satu korban dari Sambi, Boyolali, Warsi, diduga mengalami patah tulang pada pergelangan tangan kiri. Selain itu, mulutnya berdarah dan kening dan pipi sebelah kanannya memar.

Warsi menuturkan hendak menjenguk teman di Solo. Perempuan lanjut usia itu berjualan barang pecah belah di Pasar Tawangmangu setiap hari. “Ajeng tilik tiyang sakit. Mboten ngertos [saat ditanya duduk di sebelah mana]. Mboten ngertos kulo [saat ditanya keluar darimana],” jawab Warsi sembari duduk di tempat tidur Puskesmas Karangpandan didampingi kerabatnya.

Perawat di Puskesmas Karangpandan, Veni, menyampaikan merujuk Warsi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Veni memberikan obat penghilang nyeri dan penurun tekanan darah tinggi. Selain Warsi, masih ada Suparti dan Tri Sulistyowati yang menjadi korban kecelakaan. Mereka dirawat di Klinik Mitra Keluarga Karangpandan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…