Logo Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (bnpt.go.id) Logo Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (bnpt.go.id)
Rabu, 13 April 2016 05:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

ISIS DI INDONESIA
BNPT: 600 Warga Jatim Terdeteksi Ikut ISIS

ISIS di Indonesia diketahui memiliki pengikut.

Solopos.com, SURABAYA – Sekitar 600 warga Jawa Timur (Jatim) terdeteksi menjadi pengikut gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) setelah mereka dibaiat menjadi dua gelombang.

“Kami tetap memantau mereka yang telah berbaiat terhadap ISIS,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Jawa Timur Soubar Isman usai menjadi pembicara dalam Pemantapan Wawasan Kebangsaan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Selasa (12/4/2016).

Ia menjelaskan gelombang pertama pembaiatan adalah 200 warga di daerah lokal barat atau di sekitar Magetan pada pertengahan 2015, sedangkan kedua di Malang pada akhir 2015 dengan peserta 400 orang.

Selain memantau, saat ini pihaknya mendekati beberapa orang di antaranya dengan harapan bisa meninggalkan ISIS, termasuk keluarganya.

Saat ini, kata dia, terdapat delapan daerah di Jatim yang berpotensi memiliki paham radikalisme, seperti di Sidoarjo, Pasuruan, Blitar, Tulungagung, Kabupaten Malang, Kota Malang, Banyuwangi, dan Lamongan.

Untuk memutus mata rantai terorisme dan radikalisme, lanjut dia, BNPT terus melakukan berbagai pendekatan terhadap keluarga penganut radikalisme sebagai langkah mengantisipasi menyebarnya aliran tersebut.

“Kami juga melakukan sosialisasi ke semua elemen. Termasuk kerja sama dengan sejumlah ormas dan media massa,” katanya..

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….