ilustrasi (google img)
Rabu, 13 April 2016 06:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Sains Share :

HASIL PENELITIAN
Awas! Kibasan Ekor Hiu Berbahaya

Hasil penelitian mengungkapkan kibasan ekor mamalia laut seperti hius paus itu sangat berbahaya.

Solopos.com, GORONTALO — Peneliti dari Whale Shark Indonesia dan World Wild Fund for Nature (WWF), Casandra Tania, mengatakan pengunjung wisata hiu paus atau Rhincodon typus harus berhati-hati, karena kibasan ekor mamalia laut itu berbahaya.

Menurutnya interaksi tak ramah seperti menyentuh,memeluk hingga menunggangi hiu paus yang dilakukan wisatawan di Gorontalo itu ancaman serius yang harus segera diatasi.

“Kibasan ekor yang besar dan kuat serta gesekan kulit hiu paus yang tajam harus diwaspadai pengunjung. Dengan banyaknya pengunjung dan kapal yang mendekat, hiu paus riskan stres dan terluka akibat benturan dengan kapal,” ujarnya, seperti dilansir Antara, Selasa (12/4/2016).

Penyelam senior di Gorontalo, Rantje, membenarkan ancaman serius kibasan ekor hiu paus. “Yang terkena kibasan ekor bisa tidak sadarkan diri atau terluka. Itu pentingnya wisatawan harus menjaga jarak dengan pengunjung. Bukan malah mendekati hiu dan memeluknya,” ungkapnya.

Sebelumnya, kemunculan hiu paus sebanyak 10 ekor di perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango menjadi obyek wisata.

Hingga Minggu (10/4/2016) jumlah wisatawan mencapai ratusan orang, dengan perahu dan kapal yang tak beraturan di lokasi hiu. Instruktur penyelam yang secara rutin memantau aktivitas hiu di lokasi itu, Wawan Iko, mengungkapkan beberapa hiu telah luka di bagian bibir, punggung dan sirip.

Bahkan satu hiu terpantau telah memiliki 13 luka sayatan di samping ingsang, serta menunjukkan perilaku agresif. Wisata Botubarani untuk sementara ditutup karena pemerintah memasang batas atau zona bagi pengunjung, sekaligus menyusun aturan berwisata dan berinteraksi dengan hiu paus.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…