Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi menaiki kendaraan yang disediakan Paspampres seusai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/10/2014).(JIBI/Solopos/Antara/Widodo S. Jusuf) Menteri PAN-RB, Yuddy Chrisnandi (JIBI/Solopos/Antara/Widodo S. Jusuf)
Rabu, 13 April 2016 09:25 WIB Peristiwa Share :

DUA PETUGAS PAJAK DIBUNUH
MenPAN Usulkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Bagi Korban

Dua petugas pajak dari KPP Sibolga, Sumatra Utara tewas dibunuh oleh seorang pengusaha pengumpul getah karet.

Solopos.com, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi, menyampaikan duka cita atas gugurnya 2 petugas pajak KPP Sibolga, Sumut, Parada Toga Frans yang merupakan Juru Sita dan pegawai honorer Soza Nolo Lase.

“Kami turut berduka cita atas gugurnya 2 petugas pajak di Sibolga saat melaksanakan tugas. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Yuddy di Jakarta seperti disampaikan Humas KemenPAN, seperti dilansir detikcom, Rabu (13/4/2016)

Yuddy juga menyampaikan respeknya kepada almarhum. Jiwa patriotik dan pengabdian yang ditunjukkan kedua petugas pajak tersebut, menurutnya adalah hal yang luar biasa, serta hendaknya menjadi teladan bagi jajaran aparatur negara.

“Segenap aparatur negara sebagai abdi negara dan pelayanan rakyat, harus meneladaninya. Miliki jiwa patriotik dan pantang menyerah dalam menunaikan tugas negara,” tegas Menteri Yuddy.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian luar biasa tersebut, Yuddy meminta Direktorat Jenderal Pajak segera menyampaikan usulan kenaikan pangkat luar biasa bagi almarhum, serta mengurus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) keduanya.

“Agar Ditjen Pajak usulkan kenaikan pangkat luar biasa kepada Badan Kepegawaian Negara, tembuskan ke Kementerian PANRB. Serta segera koordinasi dengan Taspen untuk mengurus JKK dan JKM untuk ahli waris almarhum,” ungkap Yuddy.

Ditambahkan, untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan, Yuddy meminta agar setiap aparatur negara lebih berhati-hati dan waspada dalam mengemban amanah di lapangan, terutama bagi aparatur negara yang memiliki risiko tinggi dalam penugasan.

“Taati standar operasional dan prosedur, serta lakukan mitigasi risiko dalam setiap pelaksanaan tugas agar sukses tanpa ekses,” tukas Yuddy mengakhiri percakapan.

Sebelumnya, duka yang sama disampaikan Menkeu Bambang Brodjonegoro.

“Jadi mereka, dalam melakukan tugas negara, ironisnya ditusuk oleh wajib pajak,” terang Menkeu di sela Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Peristiwa pembunuhan terjadi Selasa sore. Kedua petugas pajak itu hendak melakukan penyitaan ke tempat pelaku di Gunung Sitoli.

“Ini merupakan juru sita, artinya wajib pajak tersebut tidak mematuhi keharusan membayar sehingga harus disita. Tapi sayangnya justru ditusuk,” tutupnya.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…