Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Moh Khodiq Duhri)
Rabu, 13 April 2016 20:40 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Boyolali Share :

BENCANA BOYOLALI
Diterjang Banjir, Jembatan Sumbung Cepogo Rusak

Bencana Boyolali terjadi di jembatan Sumbung, Cepogo.

Solopos.com, BOYOLALI–Hujan deras yang terjadi di Dukuh Jetak, Desa Sumbung, Cepogo, Boyolali pada Selasa (12/4/2016) sore mengakibatkan Sungai Manggung meluap dan merusak Jembatan Sumbung.

Informasi dihimpun Solopos.com, hujan deras yang terjadi sejak pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB di puncak Gunung Merapi mengakibatkan tebing di Sungai Manggung longsor. Tebing setinggi sekitar 2 meter yang terdapat pohon bambu itu terbawa derasnya aliran sungai. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Banyaknya material longsor berupa batu, lumpur, dan pohon bambu menyumbat di bawah Jembatan Sumbung. Air hujan dari puncak Gunung Merapi tidak dapat mengalir lancar dari bawah jembatan akibat banyaknya meterial tersebut. Air dari sungai justru mengalir dari atas jembatan. Kondisi itu mengakibatkan jembatan rusak berat.

Kepala Desa Sumbung, Sutarto, mengatakan Jembatan Sumbung sempat tidak dapat digunakan akibat air Sungai Manggung meluap hingga ke atas jembatan. Warga baru bisa menggunakan jembatan itu setelah hujan reda.

“Arus sungai sangat deras pada saat kejadian dan meterial pasir banyak menumpuk di atas jembatan . Kami menutup jembatan sementara karena dapat membahayakan pengguna jalan,” ujar Sutarto saat dihubungi Solopos.com, Rabu (13/4/2016).

Sutarto mengatakan Jembatan Sumbung merupakan satu-satunya akses jalan bagi warga dari kantor desa menuju ke kantor kecamatan. Kondisi jembatan sekarang mengalami kerusakan parah terutama pada bagian kedua sisi keluar masuknya air. Ia khawatir jembatan akan hanyut terbawa derasnya Sungai Manggung jika kejadian kemarin terulang lagi.

“Hujan deras di puncak Gunung Merapi masih berpotensi terjadi sampai akhir April. Kami menghimbau kepada warga untuk waspada banjir dan longsor,” kata dia.

Sutarto menjelaskan kerugian akibat rusaknya jembatan ditaksir senilai Rp30 juta sampai Rp40 juta. Warga bergotong royong membersihkan material yang ada di jembatan dan sekarang jembatan sudah dapat digunakan kembali.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Purwanto, mengaku belum mendapatkan informasi banjir yang terjadi di Desa Sumbung, Cepogo yang mengakibatkan jembatan desa setempat rusak.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…