Warga mengamati genangan air di Desa Pakunden, Kecamatan Ponorogo, Rabu (13/4/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Warga mengamati genangan air di Desa Pakunden, Kecamatan Ponorogo, Rabu (13/4/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 13 April 2016 16:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BANJIR PONOROGO
Banjir Rendam Desa Pakunden, Warga Asyik Memancing

Banjir Ponorogo menerjang di Desa Pakunden, Ponorogo.

Solopos.com, PONOROGO – Puluhan rumah dan belasan hektare sawah di Desa Pakunden, Kecamatan Ponorogo, Ponorogo, terendam air banjir setinggi setengah meter, Rabu (13/4/2016) dini hari. Banjir tersebut merupakan luapan air dari Sungai Paju yang berlokasi tidak jauh dari desa tersebut.

Selain merendam rumah dan area persawahan, banjir juga mengakibatkan kolam pemancingan ikan yang ada di Desa Pakunden jebol dan mengakibatkan ikan-ikan terlepas.

Pantauan Madiunpos.com di Desa Pakunden, Rabu pagi, belasan warga memancing di genangan air yang ada di area persawahan. Sampah dan jerami juga menumpuk di sepanjang jalan desa. Puluhan warga juga terlihat membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah.

Seorang warga RT 003/RW 003, Desa Pakunden, Ariya, mengatakan pada Selasa (12/4/2016), hujan mengguyur desa setempat. Tetapi, air banjir yang menerjang wilayah desa setempat bukan berasal dari hujan, melainkan luapan dari Sungai Paju yang ada di dekat desa.

Ariya menambahkan tanggul yang ada di Sungai Paju tidak bisa menampung air dan akhirnya meluap ke desa yang ada di dekatnya. Air banjir yang menerjang mencapai setengah meter, sehingga puluhan rumah warga terendam air. Saat air mulai masuk ke rumah, warga pun langsung mengungsikan barang berharga milik mereka.

“Tadi malam hujane cuma sebentar, air dari sungai Paju sangat deras hingga meluap ke desa. Tetapi mulai tadi pagi [Rabu] air sudah surut, ini warga mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur yang masuk ke dalam rumah,” terang dia saat berbincang dengan Madiunpos.com.

Dia menyampaikan banjir kali ini juga menjebol kolam pemancingan ikan yang ada di Desa Pakunden. Warga pun memanfaatkan momentum itu dengan memancing di genangan air yang masih tersisa di area persawahan dan selokan.

“Ikannya banyak ini, kan kolam pemancingan ikan ada yang jebol. Ada ikan lele dan nila, ini pada memancing,” kata dia.

Warga Desa Pakunden lainnya, Selamet, mengatakan banjir kali ini merupakan banjir terbesar sejak beberapa tahun silam. Ini karena ada kiriman air yang tidak tertampung di sungai Paju dan meluber ke permukiman warga.

Selamet menuturkan memanfaatkan peristiwa banjir ini dengan mencari ikan di genangan air. Menurut dia, ikan yang ada di kolam pemancingan ikan di desa setempat lepas dan menyebar ke genangan air karena dampak dari banjir.

“Ini saya memasang jebakan ikan di selokan supaya ikan yang melewati selokan bisa terjerat. Saya juga memasang pancing di sejumlah titik. Lumayan kalau dapat ikan bisa untuk lauk makan,” kata dia saat berbincang dengan Madiunpos.com.

Dia mengatakan ada belasan hektare persawahan warga yang terendam air. Padahal, warga baru menanam padi tiga hari yang lalu. Dia khawatir genangan air tersebut bisa mengakibatkan kerusakan terhadap tanaman padi yang baru berumur tiga hari itu.

lowongan pekerjaan
PT. SUMBER JAYA BAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Kementerian Riset Teknologi dan…