Pantai canti Namu di Wonogiri. (Mariyana Ricky P.D./JIBI/Solopos/ilustrasi)
Selasa, 12 April 2016 07:30 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

WISATA WONOGIRI
Sport Tourism Potensial Dikembangkan

Wisata Wonogiri dinilai sangat potensial dikembangkan termasuk wisata olahraga.

Solopos.com, WONOGIRI — Sejumlah lokasi di Wonogiri dinilai sangat potensial dikembangkan menjadi tempat digelarnya sport tourism atau kegiatan olahraga yang dipadukan dengan upaya pengembangan pariwisata.

Ajang Komando Triathlon 2016, 7 Mei mendatang, yang diinisiasi Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo merupakan indikator yang menegaskan adanya potensi tersebut.

Seperti diketahui, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mendorong daerah-daerah mengembangkan sport tourism. Hal itu dia sampaikan awal Maret lalu. Menurut dia pengembangan sport tourism bisa disesuaikan dengan potensi wisata masing-masing daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Wonogiri, Sentot Sujarwoko, saat ditemui solopos.com di kantornya, Senin (11/4/2016), mengatakan sport tourism potensial dikembangkan di Wonogiri.

Hal itu mengingat Wonogiri memiliki Waduk Gajang Mungkur (WGM) yang sudah beberapa kali menjadi tempat digelarnya ajang olahraga tingkat nasional, seperti dayung. Selain itu Wonogiri yang secara geografis banyak jalan dengan pemandangan memukau bisa dijadikan sebagai lokasi lomba balap sepeda dan lari maraton. Ajang olahraga tersebut juga pernah digelar beberapa tahun lalu.

“Ajang olahraga gantole yang memanfaatkan perbukitan [Bukit Joglo, Kecamatan Wonogiri] beberapa kali juga digelar di Wonogiri,” kata Sentot.

Terdapat event berskala nasional yang akan digelar di Wonogiri, yakni Komando Triathlon 2016. Ajang yang memadukan tiga cabang olahraga, yakni renang, bersepeda, dan lari itu merupakan event kali pertama yang digelar di Jawa Tengah. Menurut Sentot lomba triathlon dan semua olahraga yang pernah digelar tersebut adalah indikator Wonogiri memiliki tempat yang potensial untuk pengambangan sport tourism.

Namun, dia tidak memungkiri pengembangan sport tourism tidak bisa berjalan baik jika hanya mengandalkan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Menurut Sentot dibutuhkan peran pihak ketiga atau investor yang secara khusus menggarap potensi itu. Dia mencontohkan potensi pengembangan olahraga gantole. Sentot menilai jika ada pihak ketiga yang menggarap, olahraga gantole bisa mendatangkan wisatawan penyuka tantangan.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Budparpora Wonogiri, Suyut Setiawan, menambahkan event olahraga berskala besar yang pernah digelar menjadi kredit tersendiri untuk Wonogiri. Ajang itu membawa citra positif sekaligus menjadi sarana promosi wisata Wonogiri.

Dia menjelaskan hal yang perlu diketahui masyarakat bahwa event yang digelar tidak serta merta bisa langsung mendatangkan pendapatan.

“Selama ini yang dipahami kalau event sukses digelar dihubungkan dengan pendapatan. Event itu untuk pencitraan agar wisata Wonogiri lebih dikenal masyarakat luas,” kata Suyut.

 

lowongan pekerjaan
NUSANTARA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….