Para pemandu Gua Pindul mendapatkan pelatihan lapangan menyusuri Gua Glatik. (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Selasa, 12 April 2016 22:20 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

WISATA GUNUNGKIDUL
Gua Sriti Menunggu Penataan

Wisata Gunungkidul di Gua Pindul masih menunggu penataan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Kelompok sadar Wisata (Pokdarwis) Objek Wisata Goa Pindul mengharapkan agar pemerintah kabupaten (pemkab) Gunungkidul segera membicarakan secara tegas sesuai rencana pada audiensi (6/4/2016) lalu, yakni senin depan (11/4/2016).

Namun hingga kini, surat edaran terkait dengan rencana tersebut belum diterima oleh pokdarwis.

Sutarno, Wakil Ketua Pokdarwis Karya Wisata mengungkapkan bahwa hingga kini pihak Pemkab dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul belum mengirimkan surat terkait dengan rencana mediasi tersebut.

Pihaknya menginginkan pemkab mengetahui secara langsung apa yang terjadi di lapangan, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait permasalahan pindul saat ini.

“Supaya dinas tau persis kondisi di lapangan seperti apa yang terjadi,” kata dia, Minggu (10/4/2016).

Menurutnya, kebijakan yang nantinya akan diambil oleh pemkab terkait dengan pengelolaan wisata Goa Pindul yang sesuai dengan Perda, yakni menetapkan satu destinasi wisata satu pokdarwis, tak akan menjadi permasalahan yang besar.

Selama ini, Karya Wisata hanya melakukan kerjasama dengan Pokdarwis yang berijin yakni Dewa Bejo. Apabila Kerjasama tersebut tidak dapat dilanjutkan, Pokdarwis Karya wisata tidak akan khawatir sebab Karya Wisata sudah memiliki destinasi wisata sendiri.

“Kami punya destinasi sendiri, yakni Goa Sriti yang nanti akan kami kelola dengan baik. Rejeki tak hanya didapat dari Goa Pindul saja,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa memang selama ini wisatawan banyak yang menaruh minat besar pada wisata Goa Pindul. Namun tak sedikit juga wisatawan yang penasaran dengan objek wisata Goa Sriti, sehingga nantinya ia tetap optimis.

Apabila kebijakan telah ditegakkan, maka pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa karena selama ini hanya ikut bekerjasama saja dengan Dewa Bejo.
Ia berharap jika Perda sudah ditegakkan dengan jelas, tidak akan ada yang dirugikan antar pengelola.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…