Polisi membagikan hadiah gelas bagi pengendara sepeda motor yang tertib lalu lintas pada razia yang digelar Polsek Bantul, Jumat (18/3/2016). (JIBI/Harian Jogja/Bhekti Suryani) Polisi membagikan hadiah gelas bagi pengendara sepeda motor yang tertib lalu lintas pada razia yang digelar Polsek Bantul, Jumat (18/3/2016). (JIBI/Harian Jogja/Bhekti Suryani)
Selasa, 12 April 2016 13:55 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

RAZIA KENDARAAN
Tak Punya SIM, Banyak Warga Nekat Melintas Antarprovinsi

Razia kendaraan di Kulonprogo menemukan banyak warga yang tidak punya SIM namun nekat melintas jalu antarprovinsi

Solopos.com, KULONPROGO -Pelanggaran administrasi masih mendominasi jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor sebagaimana ditemukan dalam razia yang dilakukan oleh Polres Kulonprogo pada Senin (11/4/2016). Selain itu, sebagian besar pengendara juga masih banyak yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Razia rutin pengendara sepeda motor digelar di area Pasar Seni dan Kerajinan Kulonprogo di Sentolo. Sejumlah pengendara terpaksa harus dihentikan karena tidak memiliki surat-surat berkendara lengkap.

Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Kanit Turjawali) Polres Kulonprogo, Ipda Tito Satria menyatakan bahwa umumnya pelanggaran yang dilakukan berupa pelanggaran registrasi tahunan.

“Administrasi dan banyak yang tidak punya SIM,” jelasnya saat pelaksanaan operasi razia lalu lintas.

Selain itu, masih banyak warga yang belum memiliki SIM meski sudah memasuki usia yang diwajibkan. Tito juga menjelaskan bahwa kebanyakan pengendara yang terjaring sudah memasuki usia dewasa dan bukan usia pelajar. Sejumlah pengendara yang terjaring operasi ini kemudian diberikan surat tilang untuk kemudian diproses sesuai ketentuan.

Tito menyebutkan bahwa sebagian besar pengendara yang terjaring razia ini merupakan warga yang menuju area Jawa Tengah dan bukan warga lokal Kuloprogo. Pasalnya, area tempat dilaksanakannya operasi ini merupakan jalur utama penghubung DIY dan Purworejo.

Sementara itu, Rudianto, warga Sidoarum, Godean, Sleman, salah satu warg ayang terjaring menyatakan bahwa ia dalam perjalanan menuju tempat kerjanya d kawasan Sentolo, Kulonprogo.

Ia sendiri terpaksa harus mengantre untuk mengurus surat tilangnya karena tidak memiliki SIM. Meski sudah mengendarai kendaraan bermotor selama bertahun-tahun, ia mengkau belum pernah memiliki SIM. “Nanti setelah selesai mengurus tilang mungkin saya akan bikin SIM,”ujarnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…