Ilustrasi beras untuk warga miskin (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi beras untuk warga miskin (JIBI/Bisnis/Dok.)
Selasa, 12 April 2016 21:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

RASKIN KEDIRI
Stok Cukup, Jatah Raskin untuk 113.288 Warga Kediri Disalurkan

Raskin Kediri disalurkan untuk warga setempat.

Solopos.com, KEDIRI – Stok beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dipastikan cukup. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera merampungkan penyaluran raskin kepada mereka yang berhak.

“Kami sudah pantau stok beras di gudang Bulog dan ternyata stoknya mencukupi,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Kediri Haris Setiawan di Kediri, Selasa (12/4/2016).

Ia mengatakan Bulog Subdivre Kediri sudah mulai mendistribusikan raskin di April 2016. Berdasarkan hasil koordinasi, pendistribusian raskin akan terus berlangsung hingga 26 April 2016.

“Raskin ternyata sudah mulai disalurkan hingga nanti 26 April. Dan, kami sudah cek, kualitas berasnya bagus semua, jadi secara umum sudah bagus,” kata dia.

Sebagai informasi, jumlah warga penerima raskin di Kabupaten Kediri mencapai 113.288 RTS-PM yang tersebar di 26 Kecamatan wilayah Kabupaten Kediri. Dari jumlah itu, kebutuhan raskin di Kabupaten Kediri mencapai 1.699.320 kilogram.

Hal itu juga sesuai dengan permintaan pemerintah kabupaten yang meminta agar pengiriman diberikan sesuai kebutuhan. Sesuai dengan aturan, setiap penerima akan mendapatkan beras sebanyak 15 kilogram dengan harga Rp1.600 per kilogram.

Nantinya, uang akan langsung diberikan ke petugas begitu beras didapatkan warga, sehingga lebih mudah dalam proses penyelesaian pembayaran ke bulog.

Lebih lanjut Haris berharap Bulog lebih maksimal menyerap gabah petani. Di Kabupaten Kediri, areal pertanian cukup luas, dan mayoritas petani menanam padi, sehingga gabah dipastikan juga melimpah.

“Kami berharap Bulog terus lakukan penyerapan. Kami juga yakin, selama target belum terpenuhi, Bulog pasti akan terus lakukan pembelian beras,” kata dia.

Haris juga mengatakan, bagi warga penerima raskin jika mendapati beras yang diterima kualitasnya kurang bagus, diharapkan bisa dikembalikan. Nantinya, beras itu akan dikembalikan ke Bdan diganti dengan beras yang baru.

Haris juga menambahkan, Bupati Kediri Haryanti telah berpesan kepada seluruh camat maupun kepala desa untuk ikut mengawasi selama proses penyaluran raskin hingga sampai ke tangan penerima.

“Jika nantinya ada aparat yang terlibat kasus beras jatah rakyat miskin (raskin) akan diberikan sanksi hukum yang berat. Hal ini untuk menghindari penyelewengan raskin dan adanya beras yang tidak layak konsumsi,” ujar Haris menirukan ucapan Bupati.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre Kediri Arya Gathasidarma menegaskan stok raskin untuk wilayah kerja Bulog masih mencukupi. Sesuai dengan aturan, terdapat tiga daerah yaitu Kabupaten/Kota Kediri, serta Kabupaten Nganjuk.

“Jatah beras untuk rakyat miskin adalah beras yang memiliki kualitas beras medium. Nantinya, tiap penerima akan menerima raskin yang telah dikemas 15 kilogram per karungnya,” ujar Arya.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…