Pengendara melintas di depan Perpustakaan Kampung di Kelurahan Sriwedari, Laweyan, Solo, Selasa (12/4/2016). Perpustakaan di tepi Jl. Kebangkitan Nasional tersebut sepi pengunjung. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Selasa, 12 April 2016 15:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PERPUSTAKAAN KAMPUNG
Pengunjung Perpustakaan Sriwedari Minim, Ini Kendalanya

Perpustakaan kampung, perpustakaan di Kelurahan Sriwedari minim pengunjung.

Solopos.com, SOLO–Jumlah pengunjung perpustakaan kampung di Kelurahan Sriwedari, Laweyan, Solo, tergolong masih sangat sedikit.

Kasi Budaya dan Agama Kelurahan Sriwedari, Joko Widodo, menyampaikan jumlah pengunjung perpustakaan kampung di Sriwedari, berdasarkan laporan dari pengelola, berkisar 10 orang sampai 28 orang per bulan. Dia membenarkan jumlah perngunjung perpustakaan tersebut tergolong masih sangat sedikit.

“Animo masyarakat untuk datang ke perpustakaan semakin berkurang. Jumlah pengunjung perpustakaan pernah hanya 10 orang sebulan. Jumlah pengunjung memang naik turun. Berdasarkan laporan pada November 2015 lalu, jumlah pengunjung pernah sampai 28 orang,” kata Joko kepada Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (12/4/2016).

Joko tidak menampik minimnya jumlah pengunjung perpustakaan kampung di Sriwedari karena dipengaruhi kinerja pengelola yang kurang optimal. Pengelolaan perpustakaan yang baik, menurut dia, berpotensi menarik animo masyarakat untuk datang dan membaca buku. Joko menargetkan pengunjung perpustakaan bisa sebanyak-banyaknya.

“Selain minat baca masyarakat yang turun, kami menyadari sistem pengelolaan perpustakaan yang kurang optimal membuat jumlah pengunjung masih terpantau sedikit. Kami tentu akan mengevaluasi pengelolaan perpustakaan ini. Kami berharap perpusatakaan dimanfaatkan banyak orang,” tanggap Joko.

Joko mengaku tidak pernah mendapat keluhan dari masyarakat terkait sarana prasarana maupun pengelolaan perpustakaan kampung. Dia menduga keluhan masyarakat selama ini disampaikan langsung kepada pengelola perpustakaan. Sementara itu, Joko membantah berkurangnya jam buka perpustakaan membuat jumlah pengunjung menjadi sedikit.

“Awalnya disepakati pengelola perpustakaan membuka pelayanan mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Namun, berjalannya waktu, pengelola meminta jam buka perpustakaan menjadi dua jam, mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB. Alasannya, tidak ada pengunjung pada siang hari,” jelas Joko.

Joko berkomitmen akan semakin gencar menyosialiasikan keberadaan perpustakaan kepada masyarakat Sriwedari. Dia mengimbau masyarakat untuk giat membaca dan memanfaatkan fasilitas umum tersebut. Joko menyesalkan perpustakaan kampung tidak dimanfaatkan secara optimal.

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…