Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi. (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Selasa, 12 April 2016 16:40 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PENIPUAN SUKOHARJO
Wabup Sukoharjo Nyaris Jadi Korban Penipuan Oknum Wartawan

Penipuan Sukoharjo menimpa Wabup Sukoharjo Purwadi.

Solopos.com, SUKOHARJO–Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi nyaris menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum yang mengaku wartawan. Orang kedua di jajaran pemerintahan Kota Makmur ini sudah berada di salah satu kantor perbankan namun tidak jadi mentransfer uang setelah mendapatkan penjelasan secara terperinci.

Modus penelepon dan pengirim SMS adalah mengabarkan ada seorang jurnalis yang sakit keras untuk segera menjalani operasi. Pengirim SMS menyebutkan nomor rekening BRI atas nama Didik Purwanto. Pernyataan itu disampaikan Wabup Sukoharjo, Purwadi kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/4/2016). Diceritakannya, dirinya mendapatkan telepon dan SMS pada Senin awal pekan ini.

“Logat bicara Si Penelepon yang bernama Yoga dari Jawa dan sepertinya orang Sukoharjo karena tahu nomor telepon selular dan memanggil nama langsung. Bahkan Si Penelepon bilang sering ketemu di Gedung DPRD Sukoharjo,” katanya.

Untuk menyakinkan Si Penelepon mengatakan bahwa Ketua DPRD Sukoharjo, Nurjayanto juga sudah dihubungi. Wabup Purwadi, pada Senin berangkat ke kantor bank di Sukoharjo. “Beruntung bagi saya, sebelum mentransfer yang saya mengonfirmasi salah satu wartawan yang bertugas di Sukoharjo dan mendapat penjelasan bahwa tak ada wartawan yang sakit. Akhirnya saya urungkan niat mentransfer uang tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dirinya mendapatkan enam kali kiriman SMS. SMS kali pertama, ujarnya, berisi pemberitahuan bahwa jurnalis bernama Didik Purwanto menderita sakit kanker paru sedang dirawat di RSU dr Kariadi, Semarang.

“Di SMS tersebut juga ditulis jika ingin transfer uang langsung ke nomor rekening 00901020058530 atas nama Didik. Terima kasih banyak semoga banyak rezekinya. Karena tak menyebutkan nominal, rasa sosial saya tergerak ingin membantu. Akhirnya tidak jadi setelah mendapat penjelasan riil.”

Mantan anggota DPRD Sukoharjo ini menyatakan, Senin siang dirinya mendapatkan kiriman SMS yang berisi kata-kata kemarahan. “SMS berisi kata-kata makian dikirim setelah kami menjelaskan kepada Si Penelepon bahwa wartawan di Sukoharjo tak ada yang sakit. Beberapa tahun lalu saya pernah tertipu dengan mengirimkan uang senilai Rp10 juta. Modusnya, Si Penelepon memberitahu anak mengalami kecelakaan dan dirawat di RS dr Moewardi Solo. Semua dokter sudah siap di kamar operasi tinggal menunggu kepastian beaya sehingga saya transfer,” jelasnya.

Wabup meminta pejabat lain di Sukoharjo untuk berhati-hati dan melakukan kroscek sebelum melangkah. “Jika ada pejabat Sukoharjo mendapat SMS serupa hendaknya konfirmasi langsung ke teman-teman wartawan di Sukoharjo.”

Sementara itu, nomor telepon selular milik oknum wartawan, Yoga saat dihubungi tidak aktif. Wartawan salah satu media di Solo yang bertugas di Sukoharjo, Ryantono Puji Santoso ketika mengonfirmasi mengaku tidak mengirim SMS ke Wabup Purwadi. Dia mengaku pernah di telepon Wabup Sukoharjo, Purwadi yang menanyakan perihal wartawan sakit.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…