Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti (JIBI/Solopos/Antara/Vitalis Yogi Trisna) Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti (JIBI/Solopos/Antara/Vitalis Yogi Trisna)
Selasa, 12 April 2016 11:25 WIB JIBI/Solopos/Newswire Hukum Share :

PENGGEREBEKAN DENSUS 88
Terkait Kematian Siyono, Kapolri: Kalau Ada Pelanggaran Silakan Diproses Hukum

Penggerebekan Densus 88 di Klaten mendapat sorotan luas menyusul tewasnya warga setempat, Siyono.

Solopos.com, JAKARTA – Komnas HAM bersama Tim Forensik Muhammadiyah telah merilis hasil autopsi terhadap jenazah Siyono yang tewas usai ditangkap Densus 88. Apa kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti?

“Saya ucapkan terimakasih, kasus Siyono sudah dilakukan autopsi dan sudah ada hasilnya, tentu kita menghargai itu, kita menghargai itu, karena ini terkait dengan Densus,” kata Badrodin di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, seperti dilansir detikcom, Selasa (12/4/2016).

Terkait hasil autopsi dari Siyono, Badrodin sekali lagi mengucapkan terimakasih. Namun, Polri sendiri juga punya mekanisme, seperti Irwasum yang melakukan pengawasan dan Div Propam yang melakukan pemeriksaan-pemeriksaan.

“Oleh karena itu, mekanisme ini juga kita lakukan. Apakah itu nanti cocok atau tidak hasil autopsi dengan proses yang dilakukan oleh propam ini,” ucapnya.

“Tentu nanti, silakan kalau memang nanti ada pelanggarannya, tentu bisa disidangkan kalau itu pelanggaran etik atau disiplin. Tapi kalau ada pelanggaran pidana, silakan diproses hukum,” tambahnya.

Badrodin menjelaskan, Tim Densus 88 sudah memiliki tugas pokok dan fungsinya yang jelas, yaitu menanggulangi terorisme baik pencegahan maupun pemberantasan.

“Kita juga tidak mau negara kita menjadi negara yang gagal karena kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh aksi teror. Oleh karena itu, pemberantasan terorisme itu harus terus kita lakukan,” ucapnya,

“Kemudian kalau toh di dalam pelaksanaan upaya-upaya pemberantasan terorisme ada hal yang dianggap janggal, dicurigai ada kekeliruan, saya siap untuk bisa dikoreksi,” sambungnya.

Saat ditanya apakah Polri tetap berpegangan pada hasil visum yang telah dilakukan sebelumnya, Badrodin pun menjawab.

“Makanya itu saya katakan, kita menghargai hasil autopsi itu. Tetapi kita juga punya mekanisme sendiri, apakah nanti klop antara autopsi dengan hasil pemeriksaan itu,” ujarnya.

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…