Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Selasa, 12 April 2016 07:40 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PENDIDIKAN TINGGI
Integritas Sekolah Menjadi Pertimbangan PTN

Nilai integritas sekolah menjadi salah satu laporan Pusat Penilaian Pendidikan Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

 

 

Solopos.com, SLEMAN-Nilai integritas sekolah menjadi salah satu laporan Pusat Penilaian Pendidikan Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Puspendik Balitbang Kemdikbud RI) kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dalam mempertimbangkan keputusan atas hasil seleksi peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Kepala Puspendik Balitbang Kemdikbud RI Prof.Nizam pada Minggu (10/4/2016) menerangkan, meskipun nilai Ujian Nasional (UN) 2016 tidak seratus persen menjadi penentu kelulusan, integritas sekolah dinilai menjadi faktor penting. Karena dari hasil UN yang muncul, Puspendik kemudian melakukan pemetaan, sehingga kalau terjadi kecurangan indeks integritas sekolah juga akan mengalami penurunan, peringkat sekolah juga akan ikut turun.

Baik hasil UN dan hasil laporan integritas sekolah yang disusun oleh Puspendik, kedua-duanya akan digunakan oleh PTN dan panitia SNMPTN, sebagai upaya ‘tidak sembarangan’ dalam mengambil lulusan, sebagai mahasiswa mereka. Nizam menegaskan, Puspendik tetap dapat melihat kecurangan yang terjadi dalam pengerjaan soal UN. Hal ini sebagai bentuk mengusahakan keadilan bagi setiap peserta UN.

“Karena kalau nilai rapor itu tiap sekolah memiliki standar, setiap sekolah memiliki standar yang belum tentu sama, standar antar sekolah ini tidak bisa diperbandingkan. Itu gunanya bobot soal dalam UN untuk menyetarakan standar antar sekolah ini,” jelasnya.

Indeks integritas yang akan dilaporkan kepada PTN setidaknya indeks integritas sekolah selama lima tahun terakhir. Dari laporan ini, PTN dipersilakan untuk menggunakannya secara benar. Pihaknya ingin anak yang memang jujur melaksanakan UN bisa mendapatkan penghargaan dengan diterima PTN, tentunya dengan basis potensi dan capaian siswa. Jangan sampai PTN hanya diinvasi dengan siswa yang memiliki nilai UN tinggi.

“Padahal nilai tinggi dalam UN belum tentu jujur,” kata dia.

Sedangkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Protokol Universitas Gadjah Mada Iva Ariani menuturkan, sebagai salah satu PTN, Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM memiliki sejumlah poin, yang akan menjadi pertimbangan seorang lulusan Sekolah Menengah Atas dan sederajat diterima menjadi mahasiswa UGM.

Pertimbangan yang akan diputuskan oleh tim khusus dalam DPP UGM ini akan melihat di antaranya akreditasi sekolah, indeks prestasi calon mahasiswa, dan jumlah alumni sekolah tersebut yang kuliah di UGM.

“Integritas sekolah juga dinilai menjadi salah satu hal yang penting,” ungkapnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…