Ketua DPRD Sragen yang juga Ketua DPC PDIP Sragen Bambang Samekto (Taufik Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Bambang Samekto (Taufik Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Selasa, 12 April 2016 17:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PDIP SRAGEN
Dituding sebagai Dalang Aksi Penyegelan, Ini Tanggapan Bambang Samekto

Penyegelan DPC PDIP Sragen terjadi beberapa waktu lalu.

Solopos.com, SRAGEN — Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto dituding sebagai aktor intelektual di balik aksi penyegelan kantor DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sragen, 21 Maret lalu lalu. Tudingan tersebut disampaikan perwakilan 14 pimpinan anak cabang (PAC) PDIP Sragen secara tertulis kepada DPC PDIP Sragen, Selasa (12/4/2016).

Dari 14 PAC, hanya 13 perwakilan PAC yang datang ke Kantor DPC PDIP Sragen, Selasa siang. PAC Miri bersedia hadir tetapi tidak bersamaan dengan perwakilan 13 PAC. Setiap PAC diwakili 3-5 orang. Rombongan PAC tersebut dikoordinasi Ketua PAC Sumberlawang, Joko Setiawan, Ketua PAC Sidoharjo Muh. Hunsul Aziz, dan Ketua PAC Ngrampal Slamet Mulyono. Kedatangan mereka diterima Sekretaris DPC PDIP Sragen, Sugiyamto, dan Wakil Ketua DPC PDIP Sragen Supriyanto.

Mereka menyerahkan berita acara rapat PAC kepada pimpinan DPC supaya segera disampaikan ke DPD PDIP Jawa Tengah.

“Kami 14 PAC membuat berita acara rapat bersama untuk menyikapi aksi penyegelan kantor DPC PDIP Sragen beberapa waktu lalu. Kami tidak rela kantor partai disegel. Orang-orang yang terlibat dalam aksi itu harus diberi sanksi tegas sampai ke pemecatan. Kalau Totok [sapaan Bambang Samekto] terlibat dalam aksi itu juga harus dipecat,” ujar Joko Setiawan yang juga legislator DPRD Sragen saat dihubungi solopos.com, Selasa siang.

Joko mendesak DPD PDIP Jateng segera memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam aksi itu termasuk PAC-PAC. Dia mengatakan DPD sudah memanggil pengurus DPC dan Fraksi PDIP DPRD Sragen tetapi belum memanggil PAC.

“DPD kok ora endang-endang [kok tidak segera] memanggil. Hasil rapat kami ini supaya segera disampaikan ke DPD,” ujar dia.

Dalam surat dari PAC Sumberlawang terdapat lampiran hasil rapat yang dalam bentuk tulisan tangan dan berstempel basah PDIP bewarna merah.

Lampiran tersebut menjelaskan adanya dugaan kuat tentang aktor atau dalang di balik aksi penyegelan kantor DPC pada 21 Maret 2016. Dugaan kuat tersebut mengarah pada nama Bambang Samekto. Namun lampiran bertulis tangan tersebut tidak ada tanda tangan dan nama terang.

“Setiap PAC mengadakan rapat sendiri dan membuat notulen sendiri. Hasil rapat di 14 PAC itu sama yang intinya ada indikasi kuat keterlibatan Bambang Samekto sebagai aktor di balik aksi penyegelan kantor DPC,” kata Ketua PAC Sidoharjo, Muh. Husnul Aziz, saat dihubungi solopos.com.

Sekretaris DPC PDIP Sragen, Sugiyamto, mengakui sudah menerima surat dari perwakilan 14 PAC. Sugiyamto menyatakan surat dari PAC-PAC itu segera ditindaklanjuti ke DPD. Dia secepatnya segera berkoordinasid engan DPD untuk menyampaikan aspirasi PAC itu.

“Surat masih saya bawa. Ya, ada lampiran surat dan berita acara rapat. Dalam surat yang saya terima memang menyebut nama Bambang Samekto terkait dengan aksi penyegelan kantor DPC,” tambahnya.

Sementara itu, mantan Ketua DPC PDIP Sragen, Bambang Samekto, membantah tudingan 14 PAC tersebut. Dia menolak dikaitkan dengan aksi penyegelan kantor DPC PDIP Sragen, Maret lalu. Kendati demikian, Totok, sapaan akrabnya, tidak masalah bila para PAC melaporkannya ke DPC dan DPD.

“Ora papa dilaporke wae. [tidak apa-apa dilaporkan saja]. Persoalan Sragen itu sudah diketahui DPP dan DPD. Saya sudah dipanggil DPP dan DPD. Semua persoalan riil di PDIP Sragen sudah saya sampaikan semua. Fakta di lapangan seperti apa sudah saya sampaikan ke DPP dan DPD. Kalau saya dituduh boleh-boleh saja tetapi tuduhan itu jelas tidak benar. Kalau ingin tahu kebenarannya ya tanya ke empat PAC yang beraksi,” ujar Totok.

Totok menjelaskan persoalan penyegelan DPC itu tidak ada kaitannya dengannya atau kursi ketua DPC yang dinonaktifkan. Totok menyampaikan latar belakang aksi penyegelan itu sebenarnya terletak pada persoalan deadlock dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di empat PAC, yakni PAC Ngrampal. Sidoharjo, Kedawung, dan Gemolong.

“Ketika ada konferensi daerah, ternyata kok ada utusan dari empat PAC padahal hasil musyawarah masih deadlock. Ketua lama kok tidak diundang tetapi yang datang malah pengurus. Persoalan itu yang membawa dampak sampai sekarang,” katanya.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…