Ilustrasi PNS (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi PNS (JIBI/Solopos/Antara)
Selasa, 12 April 2016 13:23 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

MUTASI PEJABAT
Puluhan Kepala Sekolah di Gunungkidul Dipindah Tugas

Mutasi pejabat dilakukan di sejumlah sekolah di Gunungkidul

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 60 sekolah dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menangah Atas akan memiliki kepala sekolah baru. Penataan ini dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dengan harapan ada peningkatan kinerja sehingga mutu pendidikan bisa semakin ditingkatkan.

Kepala Disdikpora Gunungkidul Sudodo mengatakan, rotasi mutasi yang dilakukan Senin (11/4/2016) merupakan hal yang biasa dan bisa terjadi kepada seluruh pegawai. Harapannya kegiatan ini bisa memacu kinerja yang lebih baik lagi sehingga pendidikan di Gunungkidul jadi semakin meningkat.

“Ada 35 kepala sekolah yang dirotasi dan mutasi. Pasca-pembacaan surat keputusan, mereka nanti langsung akan menempati sekolah yang baru,” kata Sudodo kepada wartawan.

Dia menjelaskan, selain melakukan rotasi dan mutasi, juga ada promosi guru menjadi kepala sekolah. Dalam penataan itu ada 25 guru yang dipromosikan. Hal ini dilakukan karena guru-guru yang bersangkutan memiliki kinerja yang baik sehingga patut mendapatkan amanah untuk menjadi kepala sekolah.

“Kami sangat berharap mereka bisa mengemban tugas ini dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Gunungkidul menambahkan proses mutasi atau promosi yang dilakukan sangat berkaitan erat dengan kinerja para guru dan kepala sekolah. Dia tidak menampik dalam pembacaan surat keputusan kemarin ada sejumlah kepala sekolah yang diturunkan menjadi guru biasa.

Hal itu dilakukan karena kinerja kepala sekolah yang bersangkutan kurang memenuhi persyaratan. Menurut dia, penilaian atau kinerja memegang peranan penting, namun demikian ada pula kepala sekolah yang diturunkan karena tugasnya telah selesai dan memasuki masa pensiun.

“Maksimal bisa ditunjuk hingga tiga periode. Jika kinerjanya baik dan masa baktinya masih bisa diperpanjang, tapi kalau kurang terpaksa kami turunkan,” kata Bahron.

Menurut dia, adanya penurunan kepala sekolah ini memberikan kesempatan bagi guru berprestasi untuk dipromosikan mengisi jabatan kepala sekolah yang kosong. “Ada 25 guru yang kami promosikan jadi kepala,” kata mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah itu.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…