Pertemuan antara perwakilan PT PLN APJ Jogja dengan RSUP dr. Sardjito, Senin (11/4/2016). (Istimewa)
Selasa, 12 April 2016 11:55 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Listrik Padam di RSUP Dr. Sardjito, Ini Penjelasan PLN

Listrik padam terjadi di RSUP dr. Sardito berlanjuut dengan pertemuan klarifikasi antara pihak rumah sakit dengan PT PLN

Solopos.com, JOGJA– Humas PT PLN (Persero) Area Jogja melakukan klarifikasi atas statement yang dilakukan oleh Humas RSUP Sardjito Trisno Heru Nugroho kepada media yang menyebutkan bahwa sepanjang Maret 2016 terjadi pemadaman listrik sebanyak 19 kali.

Atas kejadian tersebut, PT PLN yang diwakili oleh Kardiman Paulus selaku humas dan Bambang Eko selaku Asisten Manager Jaringan PT PLN (Persero) Area Jogja mengklarifikasi dan menjelaskan mekanisme yang sesungguhnya kepada pihak RSUP dr. Sardjito.

Bambang menjelaskan padamnya RSUP Sardjito bukan kelalaian dari pihak PLN melainkan akibat terlalu sensitifnya pengaturan pengaman genset yang digunakan oleh RS Sardjito. “Sehingga ketika jaringan listrik turun atau kedip beberapa mili detik saja, listrik di RSUP Sardjito padam, padahal pihak PLN tidak memadamkan,” ujar Bambang Eko dalam penjelasannya kepada Humas RSUP Sardjito.

Dalam  pertemuan tersebut, Bambang mengungkapkan berdasarkan data gangguan atas nama pelanggan RS dr.Sardjito, disebutkan bahwa mulai dari tanggal 1 Januari 2016 hingga 7 Maret 2016 terjadi 3 kali padam karena gangguan jaringan dan 2 kali padam sesaat (5 detik).

Ia merincikan, 3 kali padam tersebut terjadi pada 25 Januari 2016 karena jaringan terkena crane tower Hotel Uttara dari pukul 13.52 WIB hingga 16.24 WIB, 28 Maret 2016 karena kawat jaringan yang putus di UNY dari pukul 18.05 WIB hingga 18.56 WIB, sedangkan padam yang ketiga pada 31 Maret 2016 karena gangguan jaringan trafo terkena hewan (burung) pukul 10.51 WIB – pk.12.38 WIB.

Menurutnya, dalam kesempatan tersebut pihak RSUP dr. Sardjito bisa menerima penjelasan pihak PLN dengan baik.

Adapun dari pihak RSUP dr. Sardjito memberikan penjelasan pernyataannya berdasar informasi dari bagian medis yang menyampaikan listrik padam sebanyak 19 kali selama bulan Maret  dan pada 31 Maret RSUP dr. Sardjito menggagalkan 18 operasi karena listrik padam beberapa saat.

Kesimpulan yang diambil atas pertemuan dua pihak ini yaitu pihak PLN menyarakan agar RSUP dr. Sardjito memasang UPS di setiap tempat atau peralatan yang sekiranya penting, selain itu juga setting genset harus sesuai dengan anjuran PLN.

Pihak RSUP Sardjito pun meminta agar PLN memberi Resume secara tertulis kepada direksi agar pihak sardjito membenahi kekurangannya.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…