Ahok yang tampil di TV Tiongkok, CCTV, 2015 silam. (Istimewa/Youtube)
Selasa, 12 April 2016 16:00 WIB Feni Freycinetia Fitriani/JIBI/Bisnis Hukum Share :

KASUS RS SUMBER WARAS
Lulung: Kalau Saya KPK, Ahok Gak Pulang & Pakai Rompi Oranye

Kasus RS Sumber Waras membawa Ahok ke KPK hari ini. Lulung berandai-andai Ahok tak pulang dan ditahan KPK.

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PPP Abraham Lunggana berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sampai melepaskan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus RS Sumber Waras.

“Saya yakin Pak Ahok orang berani. Selalu mau bongkar. Kenyataannya kalau ditanya kasus dia suka lupa. Mudah-mudahan Ahok ingat soal pembelian lahan RS Sumber Waras,” kata Haji Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Pria yang akrab disapa Haji Lulung tersebut menuturkan sebenarnya sudah ada bukti yang bisa menjerat Ahok. Bahkan, Lulung berandai-andai apabila menjadi anggota KPK, dirinya bakal langsung menahan musuh politiknya tersebut.

“Kalau saya jadi KPK nih, Ahok enggak pulang. Langsung pakai rompi oranye,” imbuhnya.

Terkait bukti-bukti kasus dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber, Lulung mengatakan sudah mengumpulkan berbagai informasi. Dia mengaku siap bersaksi jika dibutuhkan. “Saya siap jadi saksi kapan saja KPK mau panggil, saya siap,” ujarnya.

Lulung pun menyindir Ahok yang sempat menyebut kinerja BPK tidak benar terkait LHP BPK 2014 soal Sumber Waras. “Kan tadi Pak Ahok bilang BPK ngaco. Kalau BPK ngaco bubarin aja. Padahal kan duluan BPK lahir dari pada Ahok,” ujarnya.

Kasus dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras tercium oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak setahun lalu. BPK, lanjutnya, sudah merilis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD DKI) 2014. Kerugian negara diprediksi mencapai Rp191 miliar.

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…