Ilustrasi sabu-sabu. (JIBI/Solopos/Reuters) Ilustrasi sabu-sabu. (JIBI/Solopos/Reuters)
Selasa, 12 April 2016 21:30 WIB Lili Sunardi/JIBI/Bisnis Hukum Share :

KASUS NARKOBA
BNN Sita 39,6 Kg Sabu di Jakarta Utara

Kasus narkoba dalam jumlah besar kembali dibongkar BNN. Sebanyak 39,6 kg disita BNN di Pademangan, Jakarta Utara.

Solopos.com, JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita 39,6 kilogram sabu dari tujuh orang tersangka pengedar narkoba yang dibekuk di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

Berdasarkan keterangan resmi BNN, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait transaksi narkoba di Jakarta dan Bekasi. Hal itu pun ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan di dua daerah tersebut.

“Pada 18 Maret 2016, petugas mendapat informasi mengenai sebuah mobil pikap yang bertolak dari Bekasi ke Jakarta yang dicurigai membawa narkoba,” kata siaran pers BNN yang dikutip dari laman resminya, Selasa (12/4/2016).

Berdasarkan hasil pemantauan, mobil pikap tersebut memuat dua koli barang yang ditutupi terpal. Setelah mobil tersebut masuk di sebuah hotel di daerah RE Martadinata, muncul satu sepeda motor dan mobil mendekati pikap tersebut.

Seorang dengan inisial MJ turun dari motor dan menyerahkan kunci kepada FA yang juga baru turun dari mobil sedan. Keduanya pun ditangkap dengan barang bukti 39,6 kilogram sabu di pikap tersebut.

Dari keterangan FA, diketahui dirinya hanya mendapat perintah dari UM yang menjadi tersangka lain, sedangkan MJ diperintahkan oleh AC. Kedua orang yang memberikan perintah itu juga ternyata berada di sekitar lokasi penggerebekan.

Setelah mengembangkan kasus tersebut, BNN kembali mnangkap tersangka lain, yakni MS, MW, dan AP di Bandara Soekarno-Hatta. Ketiganya merupakan pelaku yang memarkirkan mobil pikap di kawasan Pademangan. Para tersangka dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (2), Junto Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…