Sutradara Azhar Kinoi Lubis (kiri) bersama Fanda Mutiara, Gio Idol, dan Donny Damara dalam acara meet and greet di Atrium Hartono Lifestyle Mall, Selasa (12/4/2016). (Kharisma Dhita Retnosari/JIBI/Solopos) Sutradara Azhar Kinoi Lubis (kiri) bersama Fanda Mutiara, Gio Idol, dan Donny Damara dalam acara meet and greet di Atrium Hartono Lifestyle Mall, Selasa (12/4/2016). (Kharisma Dhita Retnosari/JIBI/Solopos)
Selasa, 12 April 2016 23:45 WIB Kharisma Dhita Retnosari/JIBI/Solopos Layar Share :

FILM TERBARU
SCUK: Sisi Lain Pejuang Emansipasi Wanita

Film terbaru Surat Cinta Untuk Kartini mengupas sisi lain kehidupan sang pejuang emansipasi wanita.

Solopos.com, SOLO – Berbeda dengan film fiksi berlatar sejarah pada umumnya, Surat Cinta Untuk Kartini (SCUK) dikemas ringan, sederhana, namun begitu menyentuh dengan alur cerita dari sudut pandang orang ketiga.

Orang ketiga yang terpilih dalam film ini pun begitu unik, seorang tukang pos dari kalangan rakyat jelata yang hidup dengan seorang putri semata wayangnya. Mengapa tukang pos? Sutradara SCUK, Azhar Kinoi Lubis, mengatakan dirinya sengaja memilih mengambil pencitraan Kartini dari sudut pandang sosok tukang pos untuk menggambarkan sisi humanis yang sebelumnya mungkin tak pernah terpikirkan oleh masyarakat.

Film ini unik lantaran tak hanya Kartini sang pejuang, namun juga orang-orang di sekitar Kartini turut menjadi pusat yang menjalin benang merah satu sama lain. Sisi lain yang humanis terbentuk dari rangkaian benang merah tersebut. Kartini yang berbagi asa dengan tukang pos, Kartini yang dipuja sekaligus didiskreditkan oleh masyarakat lantaran pemikirannya yang dianggap berbeda.

“Orang kan tahunya Kartini pahlawan yang tegar, enggak banyak yang tahu kan bagaimana Kartini secara personal,” ujar dia dalam jumpa pers di Xing Wang Resto Hartono Lifestyle Mall, Solo Baru, pada Selasa (12/4/2016) sore.

Sementara itu Donny Damara, mengaku bekerja ekstra untuk memerankan sosok ayah Kartini. Menurutnya, tak mudah mendalami karakter tokoh bersejarah, apalagi dengan gaya yang berbeda, tidak kaku seperti layaknya cerita sejarah.

Kinoi dan sejumlah pemeran dalam SCUK hadir dalam rangkaian meet and greet dan pemutaran spesial SCUK di bioskop Platinum Cineplex Solo Baru.  Mereka adalah pemeran Raden Mas Adipati Aryo Sosroningrat (ayah Kartini), Donny Damara,  pemeran Arum (sahabat almarhum isteri Sarwadi), Fanda Mutiara, dan Gio Idol, sang pelantun soundtrack SCUK.

Meski kedua pemeran utamanya, Chicco Jericco dan Rania Putri Sari, sang pemeran Kartini batal hadir, masyarakat Kota Solo tetap antusias menonton bareng dan foto selfie bersama dalam acara meet and greet tersebut.

“Kecewa dua kali karena Chiccho enggak datang, Rania juga ternyata enggak jadi datang. Tapi senang, filmnya sangat berbeda, enggak seperti nonton film sejarah, alurnya mudah dipahami. Saya sampai hampir menangis,” ujar Sawitri Hapsari, 25, seusai menonton bareng, Selasa.

Film berdurasi sekitar 2 jam tersebut dikemas apik dengan gaya bertutur yang komunikatif.

 

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…