Sembilan pelajar ditangkap Polres Sleman berikut barang bukti senjata tajam saat akan melakukam tawuran, Senin (11/4/2016). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Sembilan pelajar ditangkap Polres Sleman berikut barang bukti senjata tajam saat akan melakukam tawuran, Senin (11/4/2016). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 12 April 2016 10:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

BEGAL SLEMAN
Geng Pelajar Konvoi Bawa Senjata

Begal Sleman diatasi dengan berbagai cara.

Solopos.com, SLEMAN – Belasan pelajar klithih yang membawa parang di kawasan Jalan Magelang Kutuasem, Sinduadi, Mlati, Sleman diringkus. Sembilan pelajar resmi ditahan karena terbukti membawa senjata tajam, tiga lainnya dikenakan wajib lapor.

Kapolres Sleman AKBP Yulianto menjelaskan,  dari hasil penyidikan, beberapa pelajar di antaranya masuk dalam data di Polres Sleman pernah melakukan tindakan kenakalan remaja. Mereka perkumpulan geng pelajar yang kerap meresahkan dengan beraksi pada malam hingga dinihari.

Yulianto menegaskan, sembilan pelajar itu akan diteruskan sesuai dengan prosedur hukum. Mereka dijerat dengan UU Darurat karena membawa senjata tajam.

“Sampai hari ini masih diperiksa di Polres. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ada keterkaitan dengan geng motor KLX sebelumnya kami tangkap,” tegasnya, Senin (11/4/2016)

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar menambahkan, dalam proses pemeriksaan, pihaknya berupaya mencari kemungkinan para tersangka terlibat tindakan di tempat kejadian perkara (TKP) lain. Karena kekerasan jalanan seperti asal bacok beberapa kali pernah terjadi di Sleman.

“Mereka semuanya berstatus pelajar. Malam hari sampai dinihari muter-muter sambil bawa pedang,” tegasnya.

Terkait banyak aksi kejahatan jalanan, Kapolres menegaskan, seluruh anggota yang tergabung dalam Satgas Antiklithih terus disiagakan terutama malam hari.

“Memang ada beberapa laporan sasarannya acak asal dibacok, maka kita memaksimalkan patroli memeriksa mereka yang mencurigakan untuk dilakukan upaya paksa, kalau dia bawa sajam akan diproses,” ucap Kapolres.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…