Warga melintasi jalan yang masih digenangi air di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Senin (11/4/2016) malam. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Selasa, 12 April 2016 09:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BANJIR PONOROGO
Puluhan Rumah di Grogol Diterjang Banjir Bandang

Banjir Ponorogo terjadi di Desa Grogol, Sawoo.

Solopos.com, PONOROGO – Banjir bandang menerjang Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Senin (11/4/2016) malam. Akibatnya, puluhan rumah di desa tersebut terendam air banjir hingga mencapai satu meter.

Pantauan Madiunpos.com di Desa Grogol, Senin malam, air menggenangi rumah di desa setempat. Puluhan orang keluar rumah untuk memantau kondisi air di kawasan tersebut.

Sejumlah warga juga terlihat membersihkan air yang masuk ke dalam rumah mereka.

Selain merendam puluhan rumah itu, air banjir itu juga menggenangi belasan hektare area persawahan yang ada di desa tersebut.

Warga RT 004/RW 002 Grogol, Yati, mengatakan hujan deras mengguyur desa setempat sejak pukul 16.00 WIB hingga malam.

Kemudian air banjir baru menerjang permukiman warga sekitar pukul 19.00 WIB. Pada awalnya air yang menerjang di desa setempat hanya setinggi lutut orang dewasa, kemudian air itu berangsur-angsur naik hingga mencapai satu meter.

Yati mengatakan sangat kaget dengan peristiwa banjir bandang yang melanda desanya. Banjir bandang yang terjadi ini merupakan peristiwa banjir terbesar sejak lima tahun yang lalu.

“Air masuk ke dapur rumah, ini karena posisi lokasi dapur lebih rendang dibandingkan letak rumah bagian depan. Tetapi saat ini air sudah surut, ini tinggal membersihkan sisa air yang membawa lumpur,” kata dia kepada Madiunpos.com, Senin.

Dia menyampaikan banjir ini selain dari air hujan yang deras, juga karena tanggul sungai di desa setempat jebol. Sehingga, air dari sungai yang tidak tertampung meluap ke permukiman warga.

“Ada beberapa titik tanggul yang jebol. Sehingga air meluap ke permukiman warga. Beberapa balok kayu yang saya tempatkan di belakang rumah juga hanyut terbawa arus air,” imbuh dia.

Warga RT 003/RW 002 Desa Grogol, Sutrisno, menambahkan air banjir itu berasal dari aliran sungai yang tanggulnya jebol. Dia mengatakan ada lima titik yang tanggulnya jebol karena tidak kuat menahan aliran air.

“Tanggul di Sungai Sobo itu setinggi empat meter. Saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing. Warga masih khawatir akan adanya banjir susulan,” ujar dia kepada Madiunpos.com.

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…